Lippo Karawaci Bangun 27 Rumah Sakit Hingga 2015
Emiten pengembang properti PT Lippo Karawaci Tbk
Laporan Wartawan Tribun Jakarta Arif Wicaksono
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Emiten pengembang properti PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) memfokuskan kepada pengembangan jaringan rumah sakit di Indonesia.
Hingga akhir tahun 2012, enam rumah sakit baru diharapkan dibuka sepanjang tahun 2012. Perseroan merencanakan pembangunan tujuh rumah sakit di tahun depan dengan nilai investasi sekitar Rp 1,6 triliun.
Ketut Budi Wijaya, Presiden Direktur Lippo Karawaci, mengatakan perseroan menargetkan pembangunan rumah sakit dibawah brand Siloam Hospital ini sebanyak sekitar 27 rumah sakit pada tahun 2015.
“Saat ini telah ada tiga rumah sakit yang telah selesai dan diharapkan mulai beroperasi awal tahun depan. Perseroan juga akan memulai pembangunan tujuh rumah sakit di tahun depan dengan nilai investasi masing-masing rumah sakit 25 juta dolar AS,” ujar Ketut di jakarta (4/12/2012).
Perseroan gencar melakukan pembangunan rumah sakit karena akan meningkatkan recurring income sebesar 50 persen dari rumah sakit dan mal. Ketut juga menambahkan, bahwa perseroan berharap pendapatan pada tahun depan dari rumah sakit akan naik signifikan.
“Perseroan gencar melakukan pembangunan rumah sakit untuk memperbesar recurring income perseroan. Diharapkan dari rumah sakit menyumbang pada pendapatan 2015 sekitar 500 juta dollar AS hingga 600 juta dollar AS,”jelasnya.
Hingga pada kuartal III 2012 kontribusi rumah sakit pada pendapatan perseroan mencapai 33 persen dari total pendapatan di kuartal III 2012 yakni sebesar Rp 3,8 triliun.
Ia mengatakan, tahun depan ditargetkan rumah sakit akan menyumbang sekitar 40 persen dari total pendapatan perseroan di tahun depan.
Terkait target pendapatan tahun depan dan laba bersih tahun depan, perseroan menargetkan akan meningkatkan target pendapatan sekitar 50 persen dari target pendapatan tahun ini dari Rp 6,01 triliun menjadi Rp 9,31 triliun.
“Total laba yang diperoleh akan mencapai Rp 1,9 triliun dari total pendapatan tahun ini sebesar Rp 1,05 triliun, meningkat tajam 81 persen di atas peningkatan pendapatan sebesar 54 persen menjadi Rp 9,3 triliun,” katanya.