Selasa, 28 April 2026

Patung Klenteng Berusia 127 Tahun Dicuri Maling

Akhirnya, kami mencuri patung itu karena yakin itu patung yang sangat berharga karena hanya satu-satunya yang disimpan dalam almari

Tayang:

Laporan dari Imam Taufiq  wartawan Surya

TRIBUNNEWS.COM,BLITAR - Patung Kongpo Kong Tik Cun Ong di Klenteng Poo An Kiong, Jl Merdeka, Kelurahan/Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, yang diperkirakan berusia 127 tahun dicuri maling. Namun, sehari kemudian, Selasa (4/11/2012) siang, pelakunya berhasil diringkus bersama patung yang dicurinya.

Adalah Slamet (38), warga Jl Krantil, Kelurahan/Kecamatan Sukorejo. Ia diamankan di pos kampling setempat karena sedang tertidur akibat mabuk berat. Slamet tak lain tukang parkir yang biasa mangkal di sekitar klenteng itu.

Hilangnya patung yang fungsinya sebagai lambang penghormatan kepada para leluhur ini sebenarnya tak diketahui pihak klenteng. Tahunya itu setelah polisi datang dan menanyakan ke pengurus klenteng, apakah ada patung di klenteng yang hilang. Begitu dicek, ternyata patung yang terbuat dari kayu dengan ukuran tinggi 30 cm dan lebar 15 cm, raib.

Kompol H M Kholil SH, Kapolsek Sukorejo, mengatakan hilangnya patung itu dilaporkan Selasa (4/12) siang. Itu berawal dari warga mengetahui Slamet mabuk dan tertidur di dalam pos kampling. Yang membuat warga curiga, di dekatnya, ada kardu bekas air mineral yang berisi patung. Saat itu yang tak terlihat hanya kepala patung saja.

Melihat benda aneh, warga gempar dan melapor ke polsek. Selanjutnya, petugas datang dan membangukan Slamet. Namun karena Slamet lagi mabuk berat sehingga petugas dibuat repot.
"Dalam kondisi seperti itu, dia (Slamet) dan patung itu kami bawa ke polsek. Namun, dia belum bisa dimintai keterangannya," kata Kholil, Rabu (5/12/2012).

Akhirnya, atas inisiatif petugas sendiri, ia mendatangi klenteng itu. Begitu pihak klenteng mengaku satu patungnya hilang, petugas mengajaknya mengecek ke polsek.

"Patung itu usianya sudah 127 tahun dan tak bisa dinilai dengan nominal," kata Pjhin Soeka Liong alias Acong, Ketua Klenteng itu.

Sementara, Slamet mengaku nekat mencuri patung karena sakit hati pada  pihak pengurus klenteng akibat tak diberi lahan parkir di halaman klenteng. Akhirnya, ia beraksi Senin (3/12) siang atau sekitar pukul 12.00 WIB saat klenteng lagi sepi. Berada dalam klenteng, Slamet mengaku sempat bingung karena tak tahu mana patung yang akan dicuri dari sekian patung yang ada.

"Akhirnya, kami mencuri patung itu karena yakin itu patung yang sangat berharga karena hanya satu-satunya yang disimpan dalam almari. Target kami, kalau pihak klenteng kebingungan mencari patungnya yang hilang itu biar minta tolong saya karena kami sudah kenal dengan pengurus klenteng. Sebab, kami itu tiap hari parkir di dekat klenteng. Kalau sudah begitu, saya tinggal pasang tarif saja," ungkapnya.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved