Kamis, 9 April 2026

Krisis Eropa Turunkan Harga Akar Wangi

Krisis ekonomi Eropa yang belum juga berakhir membuat harga minyak akar wangi Indonesia terus anjlok

Editor: Budi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM GARUT,  - Krisis ekonomi Eropa yang belum juga berakhir membuat harga minyak akar wangi Indonesia terus anjlok. Hal ini disebabkan berbagai perusahaan parfum dan kosmetik di Eropa yang selama ini menjadi konsumen tetap minyak akar wangi Indonesia mengurangi angka pemesanannya.

Produsen minyak akar wangi sekaligus Ketua Koperasi Akar Wangi Kabupaten Garut, Ede Kadarusman, mengatakan harga minyak akar wangi saat normal mencapai Rp 1,3 juta per kilogram. Namun, sejak Juni 2012, harganya turun menjadi Rp 800 ribu per kilogram.

"Banyak perusahaan Eropa yang mengurangi pembeliannya atas minyak akar wangi. Padahal, produksi terus jalan seperti biasa. Akhirnya, barang jadi banyak dan harga melemah," kata Ede saat ditemui di pabrik minyak akar wanginya di Kampung Legokbulus, Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Senin (10/12/2012).

Akibatnya, kata Ede, harga tanaman akar wangi hasil panen anjlok menjadi Rp 2.000 per kilogram dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 5.000 per kilogram. Sekitar 10 ribu petani akar wangi yang menggarap 2.400 hektare lahan pun mengalami kerugian. Sebab, mereka harus menjual akar wangi dengan harga rendah sedangkan upah buruh tani harus tetap dibayar.

"Saya harap pada Maret atau April harga minyak akar wangi akan kembali normal. Karena, penurunan harga ini mengancam produksi minyak akar wangi," ucapnya.

Menurut Ede yang juga menjabat Ketua Asosiasi Minyak Atsiri Jabar dan Anggota Dewan Atsiri Indonesia ini, hanya Kabupaten Garut yang memeroduksi minyak akar wangi di Indonesia. Di lima kecamatan penghasil minyak akar wangi, yakni Kecamatan Samarang, Pasirwangi, Bayongbong, Cilawu, dan Leles, terdapat 2.400 hektare ladang akar wangi.

Dari lahan yang digarap sekitar 10.000 petani dan 24.000 buruh tani tersebut, akar wangi disuling di 30 pabrik penyulingan. Setiap tahun, Kabupaten Garut atau Indonesia menghasilkan 50-60 ton minyak akar wangi. Sebagian besar, diekspor ke Prancis, Jerman, Belanda, India, Amerika Serikat, Jepang, dan sejumlah negara di Timur Tengah.

Menurut Ede, Indonesia atau Kabupaten Garut merupakan penghasil minyak akar wangi terbesar kedua di dunia setelah Haiti. Kualitas minyak akar wangi Garut merupakan yang terbaik di dunia pada tahun 70-an. Kini, Haiti melesat merebut gelar tersebut.(sam)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved