Selasa, 9 Juni 2026

Perusahaan Kurang Menyadari Ancaman Cyber

Statistik menunjukkan kurangnya kesadaran perusahaan mengenai isu-isu keamanan TI

Tayang:
Editor: Toni Bramantoro

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Statistik menunjukkan kurangnya kesadaran perusahaan mengenai isu-isu keamanan TI, bahkan perusahaan-perusahaan di negara berkembang. Sekitar 50% perusahaan di dunia, dan jumlah persentasenya lebih besar lagi di Amerika Serikat, secara umum tidak menyadari, dan tidak mengambil tindakan apapun, terhadap ancaman cyber paling berbahaya yang ada saat ini.

Berdasarkan survei Global IT Security Risk yang dilakukan oleh B2B International untuk Kaspersky Lab, setengah dari perusahaan di seluruh dunia yang disurvei tidak mengetahui mengenai ancaman-ancaman keamanan yang mungkin menghampiri. Akibatnya perusahaan tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk mendapatkan pengetahuan yang relevan, untuk menangani sistem keamanan TI dan kurangnya staf TI perusahaan.

Semua hal ini tentu saja mengurangi kemampuan perusahaan untuk menghadapi ancaman-ancaman keamanan cyber seperti yang diamini oleh 58% profesional TI yang disurvei. Salah satu masalah utama terkait hal ini adalah kurangnya pemahaman di antara manajer senior mengenai alasan dibentuknya departemen TI, yaitu tujuan dan alasan dibentuknya departemen TI.

Masalah serius lainnya yang menjadi sorotan dalam survei ini adalah kurangnya jumlah personil TI terlatih untuk menghadapi ancaman-ancaman TI terkait. Isu ini diangkat oleh 35% responden dan banyak terjadi di Amerika Utara. Namun masalah ini tidak bisa ditangani hanya dengan mengangkat karyawan baru. Lebih penting lagi adalah mengedukasi personil TI yang sudah ada.

Survei menunjukkan bahwa banyak spesialis TI di berbagai perusahaan di seluruh dunia tidak menyadari atau mengetahui satupun ancaman cyber bahkan yang paling umum sekalipun, termasuk ancaman-ancaman yang menargetkan sektor korporat. Sebanyak 31% responden mengakui mereka tidak pernah mendengar epidemik cyber terbaru yang bisa mengancam perusahaan mereka.

Hal ini terjadi karena rendahnya tingkat pengetahuan karyawan mengenai komputer, yang bisa mengakibatkan kebocoran informasi rahasia, dan penginfeksian atau bahkan keruntuhan total infrastruktur TI perusahaan. Inilah alasan mengapa mengedukasi karyawan mengenai keamanan TI begitu penting, sama pentingnya dengan menginstal sotware keamanan terkini.

Mengomentari hal ini, Eugene Kaspersky, CEO dan Co-founder Kaspersky Lab, mengatakan, “Perusahaan jangan menganggap remeh ancaman cyber global. Isu ini mulai ditanggapi dengan serius dan banyak perusahaan mulai mengkhawatirkan isu ancaman cyber global. Akibatnya jumlah pekerja TI mengalami peningkatan, khususnya di bidang keamanan TI, dimana saat ini tercatat 40% staf TI di perusahaan di seluruh dunia menangani keamanan TI.

Namun, tidak semua staf TI memiliki pelatihan dan kompetensi yang cukup untuk melindungi bisnis dari ancaman yang ada. Inilah mengapa kami, sebagai pemimpin dalam industri keamanan TI, tidak hanya menciptakan solusi-solusi keamanan, tetapi juga aktif meningkatkan kesadaran akan hal ini. Meningkatkan level pengetahuan karyawan mengenai komputer merupakan langkah penting dalam hal keamanan TI.

Sementara itu, manajemen senior harus selalu menyadari konsekuensi dari ancaman cyber dan memahami bahwa perlindungan andal terhadap jaringan perusahaan sangatlah penting guna memastikan pengembangan infrastruktur TI perusahaan. Melalui proyek edukasi global, kami mempromosikan pentingnya keamanan TI, yang tidak hanya penting bagi satu perusahaan saja tetapi bagi keseluruhan ekonomi suatu negara. Penjahat cyber bisa menghancurkan lingkungan bisnis normal. Mereka bisa mencegah terjadinya pembangunan global dan bisa menciptakan kehancuran ekonomi bahkan politik. Kami di sini demi memastikan hal di atas tidak akan terjadi dan kami yakin bisa melakukan itu.”

Global IT Security Survey yang diadakan pada Juli 2012 mensurvei lebih dari 3.300 profesional TI senior di 22 negara di seluruh dunia yang memiliki pengaruh dalam penentuan kebijakan keamanan TI dan juga memahami masalah bisnis. Survei ini mengumpulkan pandangan mereka terkait isu-isu utama di bidang TI. Para responden diambil dari berbagai tingkat perusahaan, kecil, menengah, dan besar, di seluruh dunia.

Koran Futuristik dan Elegan
Klik Tribun Jakarta Digital Newspaper
 
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved