Ratusan Karyawan Kontrak RSUD BDH Demo
Enak saja PHK. Lha waktu perekrutan kemarin apa tidak dipikirkan kemampuan mereka? Kok baru sekarang ngomong masalah kopetensi
Laporan dari wartawan Surya Miftah faridl
TRIBUNNEWS.COM,SURABAYA - Puluhan karyawan kontrak RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) mendatangi DPRD Surabaya, Ranu (12/12/2012). Kedatangan mereka ke gedung dewan ini untuk menyampaikan nasib mereka yang terancam PHK masal pada 2013 nanti.
Sebelum ditemui Komisi D, para karyawan kontrak tersebut menggelar demonstrasi di depan gedung DPRD. Mereka datang langsung dari rumah sakit milik pemkot tersebut dengan mengendarai sepeda motor plus mobil terbuka yang dilengkapi sound sistem berukuran besar.
Dikatakan Yuswo, perwakilan dari karyawan kontrak, setidaknya ada 100 orang karyawan kontrak yang terancam PHK.
"Pemecatan massal ini didasarkan pada dalih kualifikasi karyawan berdasarkan keahlian. Jadi karena itu pemkot seenaknya bisa mendepak kami," tandasnya.
Selain masalah ancaman PHK massal, mereka juga memprotes tidak adanya hak jaminan kesehatan dan pelindungan karyawan, terutama yang berstatus kontrak dan hak cuti tahunan serta melahirkan yang tidak berlaku bagi mereka.
"Ada teman kami yang mengalami kecelakaan kerja tapi hanya dibantu penanganan medisnya.
Sedangkan obat-obatannya bayar sendiri. Memang, kata Yuswo, direktur rumah sakit secara pribadi membiayai pengobatan karyawan kontrak.
"Tapi itu kan bukan kebijakan rumah sakit. Kita ingin jaminan kesehatan dan perlingungan itu diatur tertulis. Artinya, perlindungan terhadap kami diberlakukan secara resmi berdasarkan aturan yang ada," pinta Yuswo.
Ketua Komisi D, Baktiono, menegaskan, pihaknya prihatin dengan nasib karyawan kontrak RSUD BDH.
"Mereka kerja di lingkungan kesehatan tapi kesehatan mereka tidak terjamin. Karena itu, kami mendesak kepada manajemen agar ada regulasi yang melindungi keselamatan dan kesehatan mereka," tegasnya.
Saat ini, setidaknya ada 300-an karyawan kontrak di rumah sakit yang terletak di Surabaya Barat itu. Baktiono menyesalkan adanya rencana PHK kepada karyawan kontrak.
"Enak saja PHK. Lha waktu perekrutan kemarin apa tidak dipikirkan kemampuan mereka? Kok baru sekarang ngomong masalah kopetensi sekarang," kecam Baktiono.