Akusisi ICTSI Jasa Prima ke PT Makasar Terminal Ditunda
Perseroan tampaknya harus mundur hingga tahun depan.
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA-- Rencana PT ICTSI Jasa Prima Tbk (KARW) mengakuisisi 95 persen kepemilikan saham di PT Makassar Terminal Services perusahaan terafiliasi Perseroan tampaknya harus mundur hingga tahun depan.
Direktur Utama ICTSI, Lasmar L. Edullantes mengatakan, mundurnya rencana pengambilalihan PT Makassar Terminal Service ini mengingat waktu yang tidak memadai dan diperlukannya audit keuangan agar dapat dilakukan penilaian.
"Melihat hal itu akhirnya kami menunda rencana akuisisi tersebut. Kami tinggal penyelesaian administrasinya, dan kami perkirakan akan selesai pada semester pertama tahun 2013," ujarnya usai paparan publik di Jakarta, Senin, (17/12/2012).
Menurut Lasmar, perusahaan yang akan diakuisisi tersebut merupakan pengelola kegiatan pelayanan kargo di pelabuhan Makassar. Perseroan menilai, bahwa PT Makassar Terminal Service ini sebagai pelabuhan kontainer baru yang memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar.
Dirinya juga mengaku, bahwa pihaknya akan memfinalisasi proses pembelian dan refurbish aktiva tetap berupa 6 unit rubber tyred gantary crane (RTGC). Keenam RTGC ini akan dioperasikan dengan skema kerjasama operasi pada wilayah kerja PT ABM Adipurusa di Pelabuhan Tanjung Priok.
Ia mengaku keenam RTGC tersebut masih dalam tahap commissioning dan akan segera dilakukan final test.
"Setelah commissioning, final test dan pengurus perjanjian yang dilakukan secara simultan selesai, keenam RTGC ini akan segera dirimkan ke wilayah kerja Adipurusa untuk dioperasikan," tegasnya.
Selain itu, Perseron juga sedang melakukan pekerjaan peninggian dermaga di wilayah kerja anak usaha Perseroan yang baru diakuisisi pada bulan Mei 2012 lalu yaitu PT PBM Olah Jasa Andal (OJA), dan kedepannya Perseroan juga akan ikut berpartisipasi dalam banyak proyek di Indonesia.
Doli P. Situmeang, Direktur KARW mengungkapkan, bahwa melihat ekspansi Perseroan dimasa mendatang tersebut, tampaknya akan memerlukan dana yang lumayan besar. Ia mengaku, bahwa saat ini pihaknya sedang mencari dana untuk memnuhi kebutuhan ekspansi tersebut.
Menurutnya, untuk tahun depan Perseroan akan memerlukan dana sebesar 100 Juta Dollar AS untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Ada dua skema yang telah dipersiapkan dan dipertimbangkan oleh Perseroan guna menutupi kebutuhan itu, bisa dengan pinjaman bank dan melakukan penerbitan saham baru atau biasa disebut Right Issue.
Perseroan memiliki sejumlah sasaran (business objectives) yang ingin dicapai baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk jangka pendeknya, Perseroan masuk dalam kegiatan usaha peti kemas dengan minimum kapasitas sebesar 500.000 TEUs hingga akhir tahun ini,.
Serta berpartisipasi dalam kegiatan jasa logistik maritim di Pelabuhan Tanjung Priok maupun di beberapa pelabuhan di Indonesia.
Untuk sasaran jangka waktu lima tahun kedepan yang ingin dicapai Perseroan adalah dapat terus berumbuh dan berkembang, sehingga akhir tahun kelima dapat mencapai kapasitas hingga 830.000 TEUs.
"Kami juga ingin meningkatkan penerimaan pendapatan Perseroan hingga mencapai 54 Juta Dollar AS pada akhir tahun kelima nanti," tuturnya.