Dewa Messi Belum Sempurna
Melalui torehan golnya tahun ini yang mencapai 90 gol, Lionel Messi seolah menahbiskan diri sebagai dewa sepak bola masa kini.
TRIBUNNEWS.COM – Melalui torehan golnya tahun ini yang mencapai 90 gol, Lionel Messi seolah menahbiskan diri sebagai dewa sepak bola masa kini. Prestasi individunya berbanding lurus dengan torehan prestasi bersama Barcelona.
Semua gelar di tingkat klub, juara La Liga, Copa del Rey, Piala Super Spanyol, Liga Champions, Piala Super Eropa, Piala Dunia Antarklub, sudah pernah diraih Messi. Bahkan beberapa di antaranya lebih dari satu kali. Tidak heran jika Sang Messiah tercatat tiga kali secara beruntun didaulat sebagai pemain terbaik dunia.
Semakin tinggi pohon, semakin tinggi pula angin yang menerpa. Setinggi-tingginya prestasi Messi di tingkat individu dan klub membuat ekspektasi publik, khususnya negasa asalnya, Argentina, semakin besar.
Hal yang wajar, karena pemuda kelahiran Rosario ini belum pernah memberikan trofi bergengsi untuk tim nasional Argentina seperti Copa America dan atau Piala Dunia. Prestasi terbaik Messi bersama tim Tango baru sebatas medali emas Olimpiade 2008 dan Piala Dunia U-20.
Di level senior, Messi hanya mampu membawa tim Tango sekali menjadi runner-up Copa America edisi tahun 2007. Tudingan tidak memiliki jiwa patriot kerap mengiring karier Messi bersama timnas.
Mengacu pada prestasi tersebut, wajar rasanya jika Messi belum sempurna menjadi dewa. Bayangkan saja, legenda yang kerap dibandingkan dengan Messi, Diego Maradona pernah merasakan trofi Piala Dunia. Dua legenda yang rekor golnya dilewati Messi tahun ini, Pele dan Gerd Muller pernah membawa Brasil dan Jerman (dulu Jerman Barat) menjadi juara dunia.
Urusan prestasi tersebut pun berpeluang menjegal langkah Messi sebagai pemain pertama yang meraih gelar Pemain Terbaik Dunia empat kali berturut-turut. Pasalnya, Andres Iniesta, rekan setim sekaligus satu dari dua kandidat peraih Ballon d'Or tahun ini, tahun ini membawa Spanyol meraih trofi Piala Eropa. Trofi Piala Dunia pun sudah disumbangkan Iniesta untuk Spanyol dua tahun lalu. Di ajang yang sama, Messi hanya membawa Argentina ke babak 16-besar.
Kesempatan terdekat Messi untuk menyempurnakan statusnya sebagai dewa adalah Piala Dunia 2014 yang akan digelar di tempat rival abadi Argentina, Brasil. Pria kelahiran 24 Juni ini setidaknya sudah memberi nafas lega bagi publik Argentina. Messi berhasil membawa Argentina sebagai tim pertama dari zona Amerika Selatan yang lolos ke negeri Samba.
Tahun ini, Messi sudah bertransformasi menjadi raja gol Argentina dengan torehan 12 gol di pertandingan persabatan dan penyisihan Piala Dunia. Messi hanya membutuhkan 9 pertandingan untuk menorehkan 12 gol sedangkan, legenda Tango, Gabriel Batistuta membutuhkan 12 pertandingan untuk mencetak jumlah gol yang sama.
Total golnya untuk Tango berjumlah 31, hanya berjarak tiga gol dari dewa Argentina, Diego Maradona. Di atas Maradona, masih ada Hernan Crespo (50) dan Batistuta (56).
Kehadiran Alejandro Sabella yang sudah setahun lebih di kursi kepelatihan, Messi mulai terlihat nyaman bermain bersama tim Tango. Sabella pun memberikan jabatan kapten kepada La Pulga. Dengan demikian, sangat mungkin rasanya Messi terus mencetak gol juga bisa mencetak rekor gol di tim nasional Argentina. Hal ini tentu akan berimbas pada hadirnya trofi Piala Dunia ke-tiga dan trofi Coppa America pertama sejak 1993.
"Messi bisa memecahkan semua rekor. Bagi seorang pemain seperti Messi, dengan talenta fisik, pengetahuan sepakbola, kemampuan teknis, dan kepalanya, semuanya menjadi mungkin," ujar Sabella seperti dilansir NDTV.
Berita Lainnya:
- Messi Disambut Maradona, Tapi Pele Datang Menendang
- Lionel Messi Bisa Sukses juga Meski Klubnya Bukan Barcelona
- Ikut Reality Show, Berat Ronaldo Turun 17 kg
- Vilanova Bantah Tudingan Simeone bahwa La Liga Membosankan
- Conte: Meski Messi Bikin Seribu Gol, Pirlo Tetap yang Terbaik
- Messi Sudah Bikin 90 Gol, Liverpool Baru 89
Koran Futuristik dan Elegan: Klik Tribun Jakarta Digital Newspaper