Pemerintah Biarkan BBM Bersubsidi Dipakai Kelas Atas
Pemerintah melalui perusahaan BUMN PT Pertamina (Persero) belum berkeinginan menaikan harga gas LPG 12 kg dan 50 kg.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adiatmaputra Fajar
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui perusahaan BUMN PT Pertamina (Persero) belum berkeinginan menaikan harga gas LPG 12 kg dan 50 kg. Padahal subsidi LPG bisa membuat bengkak anggaran negara sampai Rp 5 triliun.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik Sofyano Zakaria menilai sama halnya dengan Pemerintah membiarkan golongan kelas atas bisa seenaknya memakai BBM bersubsidi.
"Pertamina tidak merestui kenaikan harga LPG dapat diartikan sebagai sikap yang juga merestui BBM bersubsidi tetap dipergunakan oleh golongan mampu," ungkap Sofyano Zakaria, Selasa (1/1/2012).
Sofyano menjelaskan kalau Pertamina selama dengan jelas memberikan subsidi kepada golongan mampu dengan menjual LPG di bawah harga keekonomian. Sofyano pun menilai kalau subsidi LPG tak pernah diperhatikan lebih oleh Pemerintah khususnya Kementerian ESDM.
" Ini harusnya dinyatakan sebagai kebijakan yang salah besar namun ironisnya petinggi pemerintahan dan elit politik tutup mata dan telinga atas hal ini," papar Sofyano Zakaria.