Senin, 20 April 2026

Pasar Motor Masih Akan Merosot

Penurunan pasar sepeda motor yang terjadi di tahun 2012 lalu diprediksi masih akan berlanjut di tahun 2013.

Editor: Budi Prasetyo

Pasa

TRIBUNNEWS.COM YOGYA – Penurunan pasar sepeda motor yang terjadi di tahun 2012 lalu diprediksi masih akan berlanjut di tahun 2013. Diterapkannya kebijakan uang muka minimal pembiayaan syariah sebesar 20 persen per 1 Januari 2013 ini diyakini menjadi salah satu pemicu.

Bahkan pasar sepeda motor nasional 2013 ini diproyeksi akan turun sekitar 15 persen. Sebaliknya, pasar mobil nasional masih cukup menjanjikan dan diyakini tembus 1,2 juta unit meski mengahdapi permasalahan yang sama.

Direktur Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Sigit Kumala memprediksi kontraksi di pasar sepeda motor Indonesia masih akan berlanjut pada 2013. Salah satu penyebabnya adalah penerapan aturan uang muka (down payment/DP) minimal 20 persen untuk pembiayaan syariah, yang selama ini berkontribusi sekitar 70 persen terhadap kredit kendaraan bermotor.

“Pada 2013, kemungkinan pasar sepeda motor akan mengalami kontraksi atau minus sekitar 15 persen,” kata Sigit dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (5/1/2013).

Selain itu, lanjutnya, kecenderungan turun harga-harga komoditas juga masih akan memengaruhi permintaan sepeda motor di dalam negeri, terutama di luar Pulau jawa.

Terlebih ada potensi kenaikan harga jual sepeda motor pada tahun ini, yang merupakan implikasi logis dari kenaikan upah minimum pekerja dan depresiasi Rupiah.

“Jadi kontraksi tersebut merupakan kelanjutan dari pertumbuhan negatif 2012, yang hanya mampu menjual 7,1 juta unit atau lebih rendah dibandingkan 2011 yang mencapai 8,013 juta unit,” tuturnya.

Pasar Mobil

Sementara itu untuk pasar mobil, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melihat masih ada peluang bagi industri mobil nasional untuk tumbuh positif pada 2013, kendati tantangan yang dihadapi tak lebih mudah dibandingkan tahun lalu.

Optimisme akan pertumbuhan positif industri mobil nasional terjaga seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan per kapita Indonesia yang kemungkinan berlanjut.

“Ada tantangan dan peluang pada pasar otomotif 2013, tetapi yang paling berat kemungkinan tantangannya. Gaikindo sendiri memprediksi pada 2013 akan terjual 1,2 juta unit mobil atau naik 10 persen,” kata Ketua I Gaikindo Yongkie D Sugiarto.

Yongkie yang juga Presudent Direktur Hyundai Motor Indonesia (HMI) itu memaparkan jika pendapatan per kapita meningkat, konsumen kelas menengah akan bertambah dan tidak ada pengetatan likuiditas perbankan.

"Yang dikhawatirkan produsen otomotif nasional adalah suku bunga BI rate tetap berada di kisaran 5,75 persen. Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar juga diharapkan tetap berada di kisaran Rp 9.500-9.600," paparnya.

Terhadap penerapan aturan DP minimal syariah diyakini akan berpengaruh negative terhadap permintaan mobil nasional. Tak hanya itu, kenaikan signifikan upah minimum pekerja, dipastikan juga akan memberatkan produsen mobil.

“Beberapa (ATPM) sudah mengatakan harga Array akan naik karena ada kenaikan UMP yang cukup signifikan, terutama pada industri otomotif. Lalu pada Januari biasanya pajak naik,” tandasnya.(vim)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved