Bayi Merpati Dimakamkan di Bantimurung
ayi asal Kabupaten Maros yang lahir di pesawat Merpati dengan nomor penerbangan MZ 845, Minggu (6/1/2013) lalu harus meregang nyawa,
Laporan Wartawan Tribun Timur Muthmainnah Amri
TRIBUNNEWS.COM MAROS-Bayi asal Kabupaten Maros yang lahir di pesawat Merpati dengan nomor penerbangan MZ 845, Minggu (6/1/2013) lalu harus meregang nyawa, Senin (7/1/2013) lalu sekitar pukul 22.00 wita di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Cathrina Both, Makassar, Sulsel.
Saat ditemui di rumah duka, di dusun Bontobua desa Alatengae Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulsel, Selasa (8/1/2013), ibu sang bayi, Harmani (33) masih lemah dan berduka. Anak ketiganya itu baru saja dikuburkan di halaman rumahnya. Bayi yang lahir secara prematur itu, meninggal dunia sehari setelah mendapatkan perawatan intensif dari tim dokter di RSIA Cathrina Both.
Menurut Ayah bayi, Rudi Hamja (34), anaknya meninggal dengan kondisi fisik yang menghitam. Dari hidung keluar darah segar. Saat ingin pulang Senin (7/1/2013) malam, tenaga medis mengatakan, jika anaknya meninggal dunia karena pembuluh darahnya pecah.
Namun kabar duka ini bukan keterangan langsung dari dokter yang menangani anaknya. Sebab pada saat kejadian, dokter yang menanganinya tidak berada di tempat. Sebenarnya ia sangat berharap anak ketiga yang memiliki berat 1,7 kg ini bisa bertahan hidup. Namun karena Tuhan berkata lain, maka ia pun mengaku pasrah. "Saya senang sekali waktu dia lahir di pesawat meskipun belum waktunya. Saya sangat berharap dia bisa bersama kami, tapi karena Allah berkehendak lain, maka kami pasrah," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Pria yang berprofesi sebagai pedagang ini mengaku, kedatangannya ke Maros untuk mengantar istrinya melahirkan anak ketiga di kampung halaman. Sebab berdasarkan pengalamannya, mereka melakukan penerbangan dari bandara Moses Kilangin, Timika saat usia kandungan istrinya menginjak tujuh bulan. Sebab dulu waktu mengandung anak kedua, istrinya bisa naik pesawat dan tidak terjadi kelahiran prematur di pesawat.
Baca Juga :
- 3000 Perempuan Dukung Muhyina Muin Jadi Walikota 5 menit lalu
- Pesawat Sriwijaya Pecah Ban 11 menit lalu
- Ruslan Jatuh Bersama Tower 30 Meter di Tengah Badai 19 menit