Rabu, 10 Juni 2026

Cuaca Buruk, Sejumlah Pesawat Sempat Delay

Namun demikian, secara umum penerbangan dari dan ke Bandara El Tari Kupang tetap berjalan.

Tayang:
Editor: Sanusi

Laporan Wartawan Pos Kupang, Maxi Marho

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG - Hujan lebat yang terjadi sepanjang hari di Kota Kupang, Senin (7/1/2013), membuat sejumlah pesawat terpaksa menunda jadwal penerbangan atau sempat gagal mendarat dan harus berputar- putar di udara sambil menunggu cuaca membaik. Namun demikian, secara umum penerbangan dari dan ke Bandara El Tari Kupang tetap berjalan.

Imam Pramono, General Manager (GM) Angkasa Pura I El Tari Kupang, mengatakan penundaan penerbangan pesawat terjadi pada pagi hari ketika hujan lebat dan diselimuti awan tebal.

Pesawat yang sempat menunda penerbangan diantaranya adalah pesawat Merpati, TransNusa dan beberapa lainnya. Sementara memasuki siang hari penerbangan dan pendaratan pesawat berjalan aman termasuk untuk pesawat dengan badan lebih besar seperti Lion Air dan Garuda Indonesia.

"Hari ini (kemarin, red) pesawat besar seperti Garuda dan Lion bisa mendarat dengan baik. Jadi, secara umum penerbangan di Bandara El Tari Kupang masih berjalan aman," kata Imam.

Meski demikian Imam mengakui, ketika terjadi hujan lebat dan awan tebal, sempat ada pesawat yang terpaksa menunda pendaratan dan harus berputar-putas di udara hingga cuaca membaik.

"Tapi, perlu diingat, apakah pesawat itu mau mendarat, mau terbang, mau putar-putar di udara sambil menunggu cuaca membaik atau berbalik haluan ke tempat lain atau bandara lain, itu sepenuhnya adalah hak pilot. Pihak bandara tidak boleh melarang mendarat ataupun terbang," kata Imam.

Alasannya, karena pilot atau penerbang yang mengetahui kondisi pesawat apakah bahan bakarnya masih cukup sehingga harus berputar-putar di udara dulu atau harus mendarat. Pihak bandara hanya melaporkan kepada penerbang mengenai cuaca, kecepatan angin, jarak pandang dan sebagainya kepada penerbang. Sedangkan yang menentukan adalah pihak penerbang sendiri.

Sementara menyangkut kondisi landasan, kata Imam, saat ini dalam kondisi baik. Bentuk landasan sudah dibuat sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi genangan air di atas landasan pesawat.

"Yang terpenting saat ini justru bagaimana pihak maskapai menyampaikan kepada pengguna atau calon penumpang agar calon penumpang atau pengguna memahami kondisinya sehingga menerima kenyataan kalau terjadi delay atau kemungkinan batal mendarat dan harus mendarat di bandara yang lain. Sehingga tidak menimbulkan protes dari pengguna," kata Imam.

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved