Suratmi Bersyukur Rumahnya Selamat
Mobil yang nyaris menimpa rumah Suratmi adalah satu mobil Honda Stream hitam nopol B 2951 DM yang dikendarai Budi (38)
TRIBUNNEWS.COM PURWOREJO,– Ngeri namun bersyukur, itulah kiranya kata yang cukup untuk menggambarkan perasaan Suratmi (61) warga kelurahan Baledono RT 5 RW 8 Kecamatan/Kabupaten Purworejo. Betapa tidak, pada Selasa (8/1/2013) pagi sekitar pukul 07.00 rumahnya nyaris tertimpa mobil. Diduga mobil naas tersebut bermaksud menghindari kendaraan bermotor yang ada di depannya.
Mobil yang nyaris menimpa rumah Suratmi adalah satu mobil Honda Stream hitam nopol B 2951 DM yang dikendarai Budi (38), seorang karyawan RSUD Saras Husada, Purworejo. Mobil terperosok ke jurang sedalam tiga meter di simpang tiga traffic light Kolam Renang Artha Tirta, Purworejo. Sopir dan lima orang penumpangnya selamat, sementara mobil mengalami kerusakan di lampu depan dan pintu belakang bagian kanan.
Suratmi yang tinggal di rumah di bawah badan jalan mengaku kaget saat mobil itu meluncur ke bawah jalan. "Pagi itu saya sedang menjemur pakaian, tiba-tiba saya lihat ada mobil di atas saya yang mau jatuh. Saya langsung teriak-teriak sambil lari," kata Suratmi.
Suratmi bersyukur, mobil itu tidak menimpa rumahnya ataupun rumah Daim (30) tetangganya. "Kebetulan posisi jatuhnya mobil di lahan kosong antara rumah saya dan rumah Pak Daim. Entah bagaimana jadinya kalau rumah saya tertimpa mobil itu," katanya sambil tidak henti-hentinya bersyukur.
Saksi mata sekaligus penumpang Stream, Teguh (42) warga Desa Kaliurip, Kecamatan Bener, Purworejo mengatakan, mobil yang melaju dari utara menuju kota Purworejo itu awalnya berhenti saat lampu traffic light menyala merah. Ketika berhenti, dari arah kanan belakang muncul motor yang berhenti di depan Stream. Pengemudi kemudian mengarahkan stir ke kanan untuk menghindari motor yang ada di depannya saat lampu menyala hijau.
"Mendadak mesin mati dan otomatis semua komponen mobil juga macet. Padahal mobil telah mengarah ke kanan. Kami hanya diam saja didalam mobil yang melaju pelan-pelan karena jalan menurun," ungkap Teguh.
Rem yang macet menyebabkan laju mobil tidak bisa dihentikan oleh pengemudi. Mobil terus melaju ke kanan tanpa bisa dikendalikan oleh pengemudi. Mobil pun terus turun dan terperosok ke dalam jurang tanpa pagar pengaman tersebut. Untungnya, di bawah jalan tersebut tidak ada rumah dan hanya lahan kosong yang ditanami pohon pisang.
"Lampu bagian kanan depan itu yang pertama membentur tanah, selanjutnya badan mobil bagian kanan menyusul. Untungnya semua yang ada di dalam mobil selamat,"ujar Teguh.
Banyaknya masyarakat yang ingin melihat mobil naas tersebut sempat menghambat arus lalu lintas di Jalan Raya Purworejo-Magelang. Sekitar pukul 09.45, akhirnya mobil berhasil diangkat dari jurang.
Dari pantauan Tribun Jogja, selama proses evakuasi petugas dari Satlantas Polres Purworejo tidak terlihat di lokasi kejadian. Mengenai hal tersebut Kasatlantas Polres Purwoerjo, AKP Sutoyo saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, anggotanya telah ada yang datang ke lokasi pada pagi harinya. Namun petugas kembali ke kantor setelah mendapatkan laporan dari pemilik bahwa mereka akan mengurus sendiri evakuasi mobilnya.
"Karena itu kecelakaan tunggal, dan pemilik ingin mengurus sendiri proses evakuasinya, ya petugas kami akhirnya kembali saja," katanya.(toa)
Baca Juga :
- Nama Menpan, Calo PNS Disidang 5 menit lalu
- Sultan Minta Pusat Terapkan Kuota Harian 12 menit lalu
- Kuasa Hukum Penggugat Jokowi Tak Hadiri Sidang 16 menit lalu