Medco Tandangani Tiga Kontrak Kerja Sama
Kontrak kerja sama itu dilakukan pada acara Konferensi dan Pameran Indogas 2013.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Untuk menunjukkan kembali komitmennya dalam mendukung penggunaan gas untuk kepentingan domestik, MedcoEnergi menandatangani tiga kontrak pasokan gas dengan pembeli gas domestik. Kontrak kerja sama itu dilakukan pada acara Konferensi dan Pameran Indogas 2013.
Kontrak yang ditandatangani tersebut yaitu Heads of Agreement antara Joint Operating Body PT Pertamina Medco Tomori Sulawesi, dengan PT Panca Amara Utama; Amandemen PJBG antara Medco E&P dengan PT Perusahaan Gas Negara; dan Amandemen PJBG antara Medco E&P dengan PT Meppogen.
"Melalui kerja sama ini, perseroan bisa semakin memperkuat pasokan gas ke domestik melalui keberhasilan menggarap lapangan gas di Senoro dan Sumatra Selatan, dan juga harga yang disepakati berdasarkan kondisi pasar saat ini," Lukman Mahfoedz, Presiden Direktur & CEO MedcoEnergi di JCC, Senin (21/1/2013).
PT Pertamina Medco Tomori Sulawesi, sebagai operator dari wilayah kerja Blok PSC Senoro-Toili di Sulawesi Tengah, akan memasok gas ke pabrik ammonia milik PAU sebanyak 55 MMSCF per hari dengan harga gas yang diindeks pada harga ammonia internasional. Dengan harga ammonia pada Desember 2012 di sekitar 720 dollar AS per ton, maka PAU akan membeli gas pada harga 8,44 dollar AS per MMBTU. Periode kontrak penjualan gas adalah dari 2015 hingga 2027.
Proyek Senoro Upstream saat ini sedang dikembangkan dengan target siap memasok gas ke kilang Donggi Senoro LNG di akhir 2014 dan PAU di kuartal I 2015. Total nilai kontrak PAU diperkirakan lebih dari 2,6 miliar dollar AS, di mana bagian pemerintah sekitar 1,3 miliar dollar AS dan kontraktor PSC Senoro sekitar 820 juta dollar AS.
Kontrak dengan PGN dan MEPPOGEN yang diamandemen mencakup harga gas baru dan tambahan volume penjualan gas. Harga gas baru yang disetujui oleh PGN adalah 7,11 dollar AS per MMBTU untuk 2013, naik dari sebelumnya 4,69 dollar AS per MMBTU, dengan faktor eskalasi 3 persen per tahun. Saat ini pasokan gas ke PGN sebesar 20 BBTU per hari dan akan tetap sama tetapi volume Total Jumlah Kontrak naik 50 persen menjadi 41.900 BBTU.
Kontrak penjualan gas yang diamandemen dengan MEPPOGEN memberikan penambahan jumlah penjualan gas menjadi 17,3 BBTU per hari dengan harga USD 6,5/MMBTU (naik dari 2,3 dollar AS perMMBTU). Tambahan volume baru ini didapatkan dari gas yang dihasilkan di Blok PSC South & Central Sumatra yang akan digunakan untuk membangkitkan listrik untuk keperluan domestik. Dari dua kontrak amendemen ini, Perseroan memperkirakan mendapatkan tambahan bagi hasil di atas 21 juta dollar AS.
"Kontrak-kontrak yang ditandatangani ini akan memberikan kontribusi pendapatan yang signifikan kepada Pemerintah Indonesia, dan juga memberikan tingkat keuntungan yang lebih besar bagi pemegang saham kami," ungkap Lukman Mahfoedz.