Rabu, 10 Juni 2026

Dapat Dua, Mahasiswa Diminta Kembalikan Beasiswa

Sejumlah mahasiswa Kabupaten Nunukan diminta mengembalikan beasiswa yang telah diterimanya

Tayang:
Editor: Hendra Gunawan

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN -- Sejumlah mahasiswa Kabupaten Nunukan diminta mengembalikan beasiswa yang telah diterimanya tahun lalu, ke kas daerah.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setkab Nunukan Slamet Riyadi mengatakan, para mahasiswa tersebut diminta mengembalikan dana yang diterimanya karena belakangan diketahui menerima duplikasi beasiswa.

Selain mendapatkan beasiswa perbatasan senilai Rp5 juta, mahasiswa tersebut juga mendapatkan beasiswa Pemkab Nunukan senilai Rp2,5 juta. “Karena menerima dua, kami meminta dikembalikan yang Rp2,5 juta. Jadi salah satunya dikembalikan. Memang tidak boleh menerima double,” ujarnya.

Ada delapan mahasiswa yang ketahuan menerima duplikasi beasiswa. Mereka sudah diberitahu untuk mengembalikan dana tersebut. Enam diantaranya sudah mengembalikan. “Jadi yang besar diambil, yang kecil dikembalikan. Nanti uangnya kami setor ke Bagian Keuangan untuk dimasukkan ke kas daerah,” ujarnya.

Slamet mengatakan, memang baru tahun 2012 Pemkab Nunukan memberikan dua pilihan beasiswa untuk mahasiswa Nunukan. Jika tahun tahun sebelumnya hanya ada beasiswa Pemkab Nunukan, mulai tahun lalu dikeluarkan pula beasiswa perbatasan.  

Mereka yang bisa mendapatkan beasiswa perbatasan merupakan mahasiswa yang bertempat tinggal berbatasan langsung dengan batas negara seperti Kecamatan Nunukan, Kecamatan Nunukan Selatan, Kecamatan di Pulau Sebatik, Kecamatan Lumbis Ogong, Kecamatan Tulin Onsoni, Kecamatan Krayan, Kecamatan Krayan Selatan dan Kecamatan Siemanggaris.

“Padahal kami sudah menyampaikan jangan mengajukan dua. Rupanya mereka selang-selangan juga. Dia mengajukan dua,” ujarnya.

Mereka yang mengajukan permohonan sekaligus untuk dua beasiswa ini kebanyakan berasal dari Pulau Sebatik. Saat seleksi berkas memang sudah muncul kecurigaan jika ada orang yang sama mengajukan dua berkas.

“Kami takut ini dua orang yang berbeda. Yang banyak kejadian orang Sebatik. Ada satu orang menulis alamatnya di Sebatik induk, ada satu Sebatik Timur. Jadi ada yang memang alamatnya berbeda, ada juga yang sama. Kalau kami coret ternyata orangnya berbeda, kan kasihan tidak dapat. Nah, nanti di Keuangan dicek, ternyata ini orangnya sama,” ujarnya.

Slamet berharap, ini menjadi pelajaran untuk para mahasiswa agar tidak mengajukan dua beasiswa sekaligus. “Jadi kalau mengajukan, satu orang satu berkas,” ujarnya.

Terhadap mereka yang sudah mendapatkan beasiswa tahun 2012, ditegaskan pula tak akan menerima beasiswa pada tahun ini.

“Kalau mau mengajukan ke provinsi silakan. Tapi kalau untuk beasiswa yang anggarannya di Pemkab Nunukan tidak bisa. Jadi tidak bisa lagi tahun ini mengajukan beasiswa Pemkab Nunukan ataupun beasiswa perbatasan. Nanti tahun depan lagi baru bisa,” Katanya.

Pada kesempatan itu, ia tak lupa mengingatkan para mahasiswa penerima beasiswa tahun 2012 agar menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada Pemkab Nunukan melalui Bagian Kesra Setkab Nunukan. Pertanggungjawaban dimaksud memuat penggunaan dana sesuai dengan rencana penggunaan keuangan pada proposal yang diajukan.

Baca juga:

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved