Harga Daging Sapi Tembus Rp 120 Ribu Per Kg
Pedagang daging sapi di sejumlah pasar di dalam dan di luar Kota Bandung serempak mogok jualan,
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Pedagang daging sapi di sejumlah pasar di dalam dan di luar Kota Bandung serempak mogok jualan, Senin (21/1/2013). Mogok digelar karena harga daging sapi tak kunjung turun.
Sejak November 2012, harga daging sapi terus membubung akibat minimnya pasokan sapi. Hingga kemarin, harga daging sapi tembus Rp 90.000 per kg. Bahkan di supermarket, harga sudah lebih dari Rp 100.000 per kg.
Di Pasar Sederhana, Kota Bandung, pedagang berencana mogok jualan selama tiga hari berturut- turut. Seorang pedagang daging sapi, Handi, mengatakan, pasokan daging lokal sangat sedikit, sedangkan daging impor dibatasi pemerintah.
Tak heran, kata Handi, harga daging sapi menyentuh Rp 90.000 per kilogram untuk paha, Rp 75.000 per kilogram untuk iga, dan Rp 120.000 per kilogram untuk has dalam. "Harga terus naik, dan sekali naik bisa Rp 1.500-Rp 2.000 per kilogram," katanya.
Tidak hanya di Pasar Sederhana, pedagang daging sapi di Pasar Astanaanyar, Kota Bandung, juga mogok berjualan kemarin. Kios-kios yang biasa menjajakan daging sapi dibiarkan kosong tanpa pemilik dan barang yang dijual. "Semua libur jualan, sudah kesepakatan," kata pedagang daging di Pasar Astanaanyar, H Imin, kemarin.
Menurut Imin, sebenarnya mogok itu merugikan bagi pedagang. Namun, karena tidak ada pilihan, mogok terpaksa dilakukan. "Kami ingin ada kebijakan penambahan pasokan sapi siap potong. Itu saja, agar pasokan sapi lancar dan harga bisa normal," katanya.
Di Pasar Kosambi dan Pasar Cihaurgeulis juga tidak ada satu pun pedagang daging sapi yang terlihat berjualan. "Kenaikan harga jual daging sapi terjadi sejak Iduladha. Sejak saat itu, harga daging sapi naik 5-6 kali," kata Eka Purnama, pedagang daging sapi di Pasar Kosambi, kemarin.
Seperti di Pasar Sederhana, harga jual daging sapi berada pada level Rp 90-120 ribu per kilogram. Untuk has dalam, harga jualnya rata-rata sekitar Rp 120 ribu per kilogram. Harga jual paha depan, kata dia, rata-rata sekitar Rp 90 ribu per kilogram. Adapun paha belakang rata-rata Rp 100 ribu per kilogram.
Eka berpendapat, kenaikan kali ini tergolong tidak wajar. Biasanya, harga jual daging sapi naik sebanyak tiga kali. "Yang terjadi sekarang, sudah sekitar enam kali," kata Eka.
Sekretaris DPD Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jabar, Henri Hendarta, membenarkan bahwa harga jual daging sapi pada peritel memang mahal. "Apalagi, daging sapi yang beredar pada pasar-pasar moderen merupakan impor. Jadi, harga jualnya lebih mahal daripada pasar tradisional," katanya.
Henri mencontohkan, pada level pasar tradisional, harga jual daging sapi sekitar Rp 90 ribu per kilogram, di pasar modern harganya bisa sekitar Rp 95-100 ribu per kilogram. "Secara umum harga jual daging sapi pada pasar modern sudah melewati angka Rp 100 ribu per kilogram," ujarnya.
Baca juga: