Pedagang Daging Sapi Mogok, RPH Libur Memotong
Pedagang daging sapi di Pasar Soreang, Kabupaten Bandung, juga melakukan aksi mogok
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG -- Pedagang daging sapi di Pasar Soreang, Kabupaten Bandung, juga melakukan aksi mogok. Tidak ada satu pun pedagang daging sapi yang berjualan. Kondisi lengang juga terlihat di Pasar Sehat Cileunyi, Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Tidak ada satu pun pedagang daging sapi yang berjualan.
Kabid Bina Usaha Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bandung, Roza Delwina mengatakan, pihaknya baru sebatas memberikan imbauan agar pedagang daging sapi tidak melakukan aksi mogok.
"Kami sekarang masih menunggu, dan rencananya mau memanggil para pedagang daging sapi. Kami mengimbau agar tidak mogok berjualan. Kasihan konsumen. Tahun ini rencananya kuota sapi impor sebanyak 43 ribu ekor. Sama seperti tahun lalu," ujarnya.
Mogoknya para pedagang daging berdampak pada liburnya pemotongan di dua RPH milik Pemkot Bandung. Menurut petugas UPT RPH Kota Bandung, Dadang Wahyudin, pemotongan sapi sudah libur sejak Minggu (20/1/2013) atau sehari sebelum pedagang daging mogok berjualan.
"Jelas di RPH tak ada pemotongan, tapi bukan berarti kami libur. Pegawai tetap masuk hanya tak ada aktivitas pemotongan saja," kata Dadang, Selasa (22/1/2013).
Menurut Dadang, RPH libur memotong berdasarkan surat edaran dari Apdasi Jabar yang menyebutkan pedagang daging akan mogok. "Kalau kami kan memotong sesuai permintaan pengusaha. Kalau pengusaha libur, ya kami juga ikut libur," ujar Dadang.
Berbeda dengan di Bandung, pedagang daging sapi di Pasar Induk Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, tak ikut-ikutan mogok. Mereka tetap berjualan karena menganggap mogok jualan tidak berdampak apa-apa. Malah, aksi mogok merugikan mereka karena harus kehilangan omzet yang belakangan ini juga anjlok.
"Kemarin memang ada undangan rapat para pedagang daging sapi. Tapi banyak yang tidak datang. Saya juga tidak datang karena menurut saya tidak berdampak apa-apa," ujar Yeyen (43), salah seorang pedagang daging sapi, saat ditemui di jongko miliknya, kemarin.
Leli (39), juga pedagang daging sapi, mengungkapkan, ajakan aksi mogok dilayangkan para pedagang daging sapi Bandung ke pedagang di Tasikmalaya. Tapi kondisi pedagang di Bandung dan Tasikmalaya berbeda. Pasalnya, stok sapi untuk pasar Tasikmalaya dipasok sapi lokal, sedangkan di Bandung banyak dipasok sapi impor.
"Kalau kami melakukan aksi mogok, sasarannya kepada siapa. Itu tidak jelas. Karenanya lebih baik berjualan saja," ujar Leli.
Hal senada dikemukakan Yeyen. Menurut dia, sewaktu aksi mogok pertama ternyata tidak ada respons positif baik dari pemerintah maupun para pelaku usaha sapi. "Daripada rugi tidak jualan, ya lebih baik tidak melakukan aksi saja," ujarnya. (Tribun Jabar/roh/win/guy/cis/stf)
Baca juga: