Artis Terjerat Narkoba
Eva tak Terkejut Soal Raffi Ahmad Cs
Eva Kusuma Sundari mengaku tidak terkejut dengan penangkapan sejumlah artis oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari mengaku tidak terkejut dengan penangkapan sejumlah artis oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Menurut Anggota Komisi III DPR itu, kasus narkoba bisa menjerat siapa saja.
"Saya tidak terkejut, karena napza bisa mengenai siapa saja, tidak lihat profesi, status sosial, SARA, ataupun lainnya," kata Eva ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Senin (28/1/2013).
Menurut Eva, narkotika sudah menjadi hawa beracun yang dapat menjerat siapa saja yang tidak memiliki kekuatan untuk menolak barang haram tersebut.
"Saya yakin kasus para elite politisi tidak akan senyaman artis yang biasanya pidananya mandeg karena dimuarakan di rehabilitasi bahwa mereka korban," kata Eva.
Menurut Eva, seharusnya diskriminasi tersebut harus diakhiri. Pasalnya, kata Eva, artis maupun politisi adalah panutan masyarakat sehingga sepantasnya diperlakukan sama di depan hukum.
Eva mengatakan PDIP telah mewaspadai dampak narkoba bagi partai. Untuk itu, PDIP tidak akan menoleransi kadernya yang terkena narkoba.
Ia mengatakan sejumlah tes harus diikuti seseorang untuk menjadi caleg di PDIP. "Dalam pencegahan, di pencalegan 2014 selain ada psycho test, survey elektabilitas internal, maka ada test urine untuk bebas napza. Untuk penindakan, bagi kader yang ketahuan jd pecandu napza langsung dipecat dari partai atau legislatif," ujarnya.