Rabu, 22 April 2026

Teganya, Mandor Sawit Ini Cabuli Kakak Beradik

Kakak dan adik sebut saja, Mawar (25) dan Melati (15) warga Trans 2, Dusun 3, Bangka Kota,

Editor: Hendra Gunawan

Laporan wartawan Bangka Pos, Hendra

TRIBUNNEWS.COM, BANGKA -- Kakak dan adik sebut saja, Mawar (25) dan Melati (15) warga Trans 2, Dusun 3, Bangka Kota, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) diperkosa oleh Hr (40) mandor kebun sawit di Kecamatan Simpang Rimba, Basel.

Mawar diketahui sempat diperkosa oleh Hr. Sedangkan Melati belum sempat diperkosa. Ia hanya dicabuli oleh Hr di kebun sawit.

Kepada bangkapos.com, Minggu (10/2/2013) Melati mengungkapkan peristiwa tersebut dialaminya saat bekerja di kebun sawit milik salah satu perusahaan swasta, beberapa waktu lalu. Ia sendiri lupa tanggal berapa ia dicabuli sang mandor. Akan tetapi, ia hanya ingat sudah 4 kali mendapatkan perlakukan tersebut.

Saat itu ia sedang bekerja tiba-tiba mandor Hr menghampirinya. Kemudian mandor tersebut merayu dan akhirnya melepas celana Melati.

Melati mencoba melawan. Ia terus menolak keinginan sang mandor. Dengan kekuatannya ia berhasil kabur dari dekapan sang mandor, sembari mengenakan kembali celananya yang sudah dipeloroti oleh mandor Hr.

"Awalnya dia merayu saja. Katanya mau nggak jadi pacar saya. Saya jawab tidak mau. Karena dia sudah beristri dan anaknya tiga. Saya juga sudah punya pacar," tutur Melati.

Perlakuan tersebut kata Melati sempat dialaminya 4 kali. Tetapi, ia selalu berhasil kabur. Ia pun kemudian tidak mau lagi bekerja di perkebunan sawit tersebut.

Melati juga menceritakan, kakaknya Mawar sudah sempat diperkosa. Tetapi baru sekarang ia mengakuinya. Bahkan, anak yang dimilikinya saat ini diragukan apakah anak Mawar dengan suaminya, atau memang anak Mawar dengan Hr.

"Kakak saya juga diperlakukan seperti itu. Sampai hamil dan sekarang sudah punya anak. Tidak tahu juga anak siapa. Apakah anak mandor itu atau anak kakak saya dengan suaminya. Katanya sih, mandor itu hampir setiap hari memperkosanya," cerita Melati didampingi ibunya, Sar (60).

Mereka pun kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polsek Simpang Rimba, Kamis (7/2/2013). Kasus tersebut hingga saat ini masih dalam proses.

Baca juga:

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved