Balita Tersiram Air Panas, Dioperasi di RSUD Bangil
Setelah kami cek dan diperiksa, balita itu kena luka bakar. Penanganannya memang harus hati-hati, karena luka yang melepuh itu lengket
Laporan dari Sudharma Adi wartawan surya
TRIBUNNEWS.COM,PASURUAN - Orangtua harus lebih hati-hati ketika mengasuh anaknya yang masih balita. Jika tidak, maka peristiwa memilukan terjadi pada balita yang tersiram air panas ketika akan membuat susu.
Kasubbag Humas dan Pemasaran RSUD Bangil, drg Dyah Retno Lestadi menjelaskan, pihaknya memang mendapat pasien dengan luka bakar pada Sabtu (9/2/2013) sekitar pukul 13.30 WIB.
Untuk pertolongan pertama, balita bernama Moh Nazril berusia 1 tahun 2 bulan ini langsung dibawa Instalasi Gawat Darurat (IGD).
"Setelah kami cek dan diperiksa, balita itu kena luka bakar. Penanganannya memang harus hati-hati, karena luka yang melepuh itu lengket dengan bajunya," jelasnya kepada Surya di kantornya, Senin (11/2/2013).
Diungkapkan, balita malang itu dibawa ayahnya, Suroso (28) dan keluarga dekatnya. Dari hasil pemeriksaan, luka bakar yang diderita Nazril itu meliputi dada dan sebagian dagunya.
Namun yang terparah adalah pada dadanya. Balita yang beralamat di Dusun Nggunting Desa Rowo Gempol RT 1/RW 3 Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan ini dirawat di ruang IGD.
"Luka bakarnya sekitar 15 persen," ujarnya.
Setelah mendapat perawatan intensif, maka pada Senin (11/2/2013) siang, si balita malang ini menjalani operasi di ruang bedah.
Operasi dilakukan sekitar satu jam dan begitu selesai dirawat di ruang recovery room atau pulih sadar.
Adapun proses operasi itu tak memerlukan waktu lama, karena keluarga Nazril sudah mengurus Surat Pernyataan Miskin (SPM) hingga kecamatan.
"Karena sudah ada SPM, maka proses perawatan dan operasi tak lama," tuturnya.