BPD Kaltim Buka KCP Kelima di Sanur
Kabupaten Nunukan ternyata memilik penyertaan modal terkecil di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Timur.
Penyertaan Modal Nunukan Terkecil
TRIBUNNEWS.COM NUNUKAN, - Dari 14 kabupaten/kota di Kaltim, Kabupaten Nunukan ternyata memilik penyertaan modal terkecil di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Timur.
"Kabupaten Nunukan terkecil dari seluruh kabupaten/kota di Kaltim," kata Kepala Cabang BPD Kaltim Nunukan Dicky Zulkarnain, Kamis (14/2/2013) ditemui disela Peresmian dan Pembukaan Kantor Cabang Pembantu Sanur, Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur.
Direktur Utama BPD Kaltim Zainuddin Fanani mengatakan, sampai saat ini penyertaan modal Kabupaten Nunukan mencapai Rp23,3 miliar dari Rp2,5 triliun, modal yang dimiliki BPD Kaltim. Dari penyertaan modal dimaksud, pada tahun 2012 Kabupaten Nunukan mendapatkan deviden sebesar Rp 3,2 miliar.
"Kalau Nunukan setor lagi, yah nambah lagi deviden," kata Zainuddin saat meresmikan kantor cabang pembantu yang akan melayani warga di Kecamatan Sebuku dan Kecamatan Tulin Onsoi.
Dari seluruh bank yang didirikan pemerintah daerah di seluruh Indonesia, BPD Kaltim memiliki modal terbesar.
Modal ini salah satunya digunakan untuk mendirikan cabang dan cabang pembantu, serta disalurkan dalam bentuk kredit kepada masyarakat. Untuk Kabupaten Nunukan, hingga Desember 2012, jumlah kredit yang telah disalurkan mencapai Rp287 miliar. "Kredit yang sudah disalurkan untuk masyarakat Kabupaten Nunukan ini sangat besar dibandingkan setoran modal Rp23,3 miliar. Ini ada dana masyarakat yang angkanya lebih," ujarnya.
Saat ini aset BPD Kaltim di Kabupaten Nunukan hingga Desember 2012 mencapai Rp564,4 miliar dengan dana pihak ketiga Rp525 miliar serta kredit yang disalurkan mencapai Rp287 miliar.
Untuk ukuran kelas tiga, BPD Kaltim Cabang Nunukan sudah sangat bagus. "Dengan penambahan cabang pembantu diharapkan aset meningkat sehingga kredit juga meningkat," ujarnya.
Saat ini BPD Cabang Nunukan telah membuka kantor cabang pembantu masing-masing Kantor Cabang Pembantu Kecamatan Sebatik, Kantor Cabang Pembantu Mansalong, Kantor Cabang Pembantu Kecamatan Krayan dan Kantor Cabang Pembantu Sedadap serta yang terakhir Kantor Cabang Pembantu Sanur.
"Ratusan juta uang mengalir dari sini (Sanur) keluar. Selama ini mereka mengirimkan uang melalui Kantor Pos. Dengan kehadirannya di sini, Bank Kaltm yang juga milik Pemkab Nunukan, otomatis masyarakat di sini juga memilikinya, bisa semakin membantu masyarakat," ujarnya.
Wakil Bupati Nunukan Hajjah Asmah Gani saat menyampaikan sambutan pada acara itu mengatakan, sebagai salah satu mitra utama pemda, BPD Kaltim dinilai punya komitmen yang kuat untuk meningkatkan kualitas pelayanan khususnya kepada masyarakat Nunukan yang berada di perbatasan. (noe)
Rp 2 M Sebulan Keluar dari Sanur
Meskipun hanya sebuah desa di Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan, namun Desa Sanur menjadi incaran pelaku usaha. Salah satunya, Bank Pembangunan Daerah Kaltim, yang Kamis (14/2/2013)melakukan peresmian dan pembukaan Kantor Cabang Pembantu Sanur, Kecamatan Tulin Onsoi.
Camat Tulin Onsoi Santipil Oslo mengatakan, mayoritas masyarakat transmigran yang menghuni Desa Sanur khususnya di Seunit Pemukiman 1 dan Seunit Pemukiman 2, setiap bulannya bisa mengirimkan uang ke kampung halaman antara Rp1 hingga Rp2 miliar. "Itu uang yang dikirim keluar dalam sebulan," ujarnya.
Perputaran uang di sana memang sangat besar. Setidaknya ada tiga perusahaan besar yang setiap perusahaannya mempekerjakan ratusan hingga ribuan tenaga kerja. "Dari PT KHL saja, dia membayar gaji antara Rp8 miliar sampai Rp9 miliar setiap bulan. Belum lagi PT NBS dan PT GAL. Itu belum termasuk yang kecil-kecil," ujarnya. (noe)
Baca Juga :
- Tidak Seharusnya Melawi Alami Kelangkaan Cabai 5 menit lalu
- Masyarakat dan Pasangan Calon Tidak Ada yang Merasa Dirugikan 12 menit lalu