Farhat Abbas Tantang Ratu Yogya Bersaing di Pilpres
Pengacara satu ini menilai ada kepercayaan diri yang besar dari sosok ratu Yogyakarta tersebut untuk menjadi capres.
TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA – Pasca menyatakan kesiapan maju sebagai Calon Presiden (Capres) pada Pemilu 2014, Farhat Abbas mengaku mendukung penuh sosok GKR Hemas sebagai capres pesaingnya. Suami artis Nia Daniati tersebut bahkan telah menemui sosok ratu tersebut saat bertandang ke Kota Yogyakarta, Rabu (13/2).
“Saya mendukung sepenuhnya GKR Hemas menjadi capres. Saya menilai, beliau adalah sosok wanita yang memiliki wawasan kebangsaan yang sangat luas, bahkan jauh lebih baik dari sosok pemimpin wanita Indonesia sebelumnya,” ucapnya ketika menggelar dialog bersama Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti di Ruang Utama Bawah Balai Kota Yogyakarta, Rabu (13/2) siang.
Pengacara satu ini menilai ada kepercayaan diri yang besar dari sosok ratu Yogyakarta tersebut untuk menjadi capres. Namun, kepastian apakah GKR Hemas akan ikut terjun dalam kancah Pemilu 2014 baru akan disampaikan pada akhir tahun 2013 ini.
“Sekarang belum tepat, masih belum pasti juga apakah beliau akan maju sebagai capres atau cawapres. Mungkin akhir tahun nanti baru akan dipublikasikan,” tutur Farhat yang mengenakan jas hitam siang itu.
Selain GKR Hemas, beberapa sosok wanita yang berpotensi maju sebagai capres antara lain Kristiani Herawati (Ani Yudhoyono) dan Puan Maharani. Namun, menurut Farhat, sosok GKR Hemaslah yang akan menjadi pesaing terberatnya.
Kedatangan Farhat Abbas ke Kota Yogyakarta ternyata tidak hanya dimanfaatkan untuk menjumpai GKR Hemas. Ia bersama Iwan Pillliang menyempatkan diri bertandang ke Balai Kota Yogyakarta untuk berdiskusi dengan Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti membahas perkembangan penataan kesenian dan budaya Yogyakarta.
Selain itu juga mengkritisi adanya wall painting operator telepon yang merusak keindahan bangunan-bangunan tua di kota budaya tersebut. “Yogyakarta adalah kota budaya, jadi jangan sampai arsitektur dan nilai-nilai budaya itu tergerus oleh komersialisasi semata,” ucapnya.