Fiorentina vs Inter Milan: Palacio Pilih Formasi Berlian
Inter Milan membutuhkan kemenangan ketika melawat ke Artemio Franchi menghadapi Fiorentina
TRIBUNNEWS.COM - Inter Milan membutuhkan kemenangan ketika melawat ke Artemio Franchi menghadapi Fiorentina, Senin (18/2/2013) dinihari, demi merebut kembali posisi keempat di klasemen sementara Serie A dari rival sekotanya, AC Milan.
Demi memenuhi target tersebut, La Beneamata harus mengoptimalkan kembali formasi berlian seperti kala menang atas CFR Cluj di babak 32 besar Liga Europa. Menghadapi Fiorentina, Inter Milan tidak bisa memainkan bomber andalan mereka, Diego Milito, yang mengalami cedera ligamen lutut kiri ketika menghadapi CFR Cluj, Jumat lalu.
Kehilangan Milito hingga sembilan bulan mendatang memang menjadi pukulan telak bagi Inter. Bagaimana tidak, ketika Milito main, rataan gol mereka mencapai 1,77, sedangkan tanpa Si Rambo rataan tersebut turun menjadi 1,63.
Sebagai alternatif, Inter kini bergantung pada Rodrigo Palacio. Kompatriot Milito asal Argentina itu cukup bisa diandalkan ketika memborong dua gol kemenangan ke gawang CFR Cluj. Tambahan dua gol tersebut membuat rekening gol eks Genoa tersebut menjadi 15 gol di semua kompetisi musim ini. Palacio pun menjadi top scorer Inter Milan.
Kunci untuk mengoptimalkan ketajaman Palacio ketika menghadapi Fiorentina adalah formasi berlian. Ya, Si Kuncir mengakuinya sendiri setelah laga melawan CFR Cluj. "Saya merasa nyaman bermain dengan formasi berlian," katanya di situs resmi Inter Milan.
Demi meraih kemenangan, Pelatih Andrea Stramaccioni harus menuruti permintaan Palacio. Stramaccioni harus kembali mengandalkan Fredy Guarin sebagai trequartista dan rekrutan anyar, Mateo Kovacic, sebagai regista alias deep-lying playmaker. Penegasannya, Guarin dan Kovacic adalah dua pemain yang menyumbangkan assist bagi terciptanya gol Palacio.
Stramaccioni memiliki modal penting untuk mempercayakan kembali Guarin dan Kovacic. Guarin mengaku siap bermain di posisi mana saja, sedangkan Kovacic menuai pujian dari rekan-rekan setimnya, termasuk Palacio.
Ganjalan yang akan ditemui Guarin dan Kovacic adalah Alberto Aquilani dan rekrutan anyar dari Paris Saint Germain, Momo Sissoko, yang akan disuntikkan oleh Pelatih Fiorentina, Vincenzo Montella, untuk menandingi lini tengah Inter Milan.
Ketika kalah di Turin pekan lalu, Aquilani tidak bermain karena akumulasi kartu kuning, sedangkan Sissoko belum bergabung. Dengan fakta La Viola baru mengumpulkan empat angka dari enam laga sejak 2013, Fiorentina tentu akan mengoptimalkan Aquilani dan Sissoko.
Teknik tinggi Aquilani akan bertugas mengacak-acak Kovacic, sedangkan permainan keras Sissoko akan berfungsi untuk mematahkan kreasi Guarin. Sayang, Fiorentina tidak punya rekor bagus melawan Inter. Dalam 15 pertemuan terakhir di semua kompetisi, La Viola tak pernah menang. Masing-masing 12 kalah dan tiga seri. Kemenangan terakhir diraih pada 9 Februari 2006 dengan skor 2-1 di Firenze.(Tribunnews.com/deo)