Kamis, 16 April 2026

Dokter Unisma Malang, Harus Sigap di Daerah Bencana

Ketika suatu daerah terkena bencana alam, dokter adalah orang pertama yang diharapkan warga bisa bertindak cepat.

Laporan dari Hesti kristanti wartawan surya

TRIBUNNEWS.COM,MALANG- Membangun dokter yang berkarakter tidaklah mudah. Tantangan dokter tidak hanya peduli,mau berbagi, dan mengabdi kepada masyarakat tapi juga sigap di daerah bencana.

Demikian dikatakan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (FK. Unisma) dr HRM Hardadi Airlangga SpPD, Rabu (27/02/2013) siang saat pembukaan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) V Medical Rescue Team (MRT) di Gedung Usman Mansyur kampus tersebut.

Di hadapan mahasiswa FK angkatan 2012, Hardadi mengatakan, dokter berkarakter yang diharapkan Unisma adalah dokter yang punya nilai tambah lewat kemampuan tanggap menangani korban di daerah bencana, utamanya bencana alam.

"Ketika suatu daerah terkena bencana alam, dokter adalah orang pertama yang diharapkan warga bisa bertindak cepat. Ia harus memiliki kecepatan dan ketepatan mengambil keputusan tindakan penanganan awal korban bencana,"ujarnya.

Tindakan prehospital yang tepat, tukas dokter yang juga pembina MRT FK Unisma , akan sangat membantu penanganan pasien saat dikirim ke rumah sakit.

"Jangan sampai luka korban bencana menjadi makin parah akibat tindakan yang salah," tukasnya.

Untuk itu, dalam Diklatsar V MRT yang digelar di Coban Rondo, Kabupaten Malang akhir pekan ini, sebanyak 73 mahasiswa angkatan 2012 digembleng menjadi calon dokter yang bisa survive dan berwawasan penangani korban di daerah bencana.

Pembukaan MRT juga dihadiri trainer dari Urban Search And Rescur (USAR) PMI Kota Malang, Heri Suwarsono, dan Pembantu Rektor I, Dr Ir Badad Muwakhid. Ketua PMI Kota Malang, Bambang Priyo Utomo yang juga wakil wali kota Malang diagendakan membuka kegiatan ini,namun mendadak tidak bisa hadir.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved