Pelatih Arema RD Mulai Simulasi Permainan
“Tadi itu simulasi untuk beberapa kemungkinan yang akan saya lakukan saat lawan Gresik United,” kata RD.
Laporan dari m zainuddin wartawan surya
TRIBUNNEWS.COM,MALANG- Pelatih Arema Cronous, Rahmad Darmawan (RD) mulai mensimulasikan komposisi tim yang akan diterjunkan dalam laga kontra Gresik United, 7 Maret 2013 nanti. Simulasi komposisi pemain dimatangkan dalam latihan di Stadion Gajayana, Senin (4/3/2013).
Komposisi pemain ini berbeda dengan komposisi yang diterapkan dalam laga kontra Pelita Bandung Raya (PBR) lalu. Bek Munhar yang sudah bebas dari sanksi akumulasi kartu kuning dipasang.
Dari empat pemain belakang yang dipasang dalam laga kontra PBR lalu, hanya Hasyim Kipuw dan Theiri Gathussi yang dipasang. Purwaka Yudhi tidak dipasang dalam barisan pemain inti.
Di barisan gelandang, RD mempertahankan Dendi Santoso dan Gede Sukadana. Hendro Siswanto tidak dipasang karena kena akumulasi kartu kuning. Posisinya diisi joko Sasongko. Posisi M Ridhuan diisi Irsyad Maulana.
RD juga merombak barisan striker. Alberto ‘Beto’ Goncalves dipasang bersama Kayamba Gumbs. Sedangkan Gonzales bermain bersama pemain cadangan.
“Tadi itu simulasi untuk beberapa kemungkinan yang akan saya lakukan saat lawan Gresik United,” kata RD.
Mantan pelatih Persipura Jayapura ini tidak dapat memastikan nantinya bakal menerjunkan pemain itu atau tidak. Dia masih butuh melihat kesiapan pemain menjelang laga.
“Masih ada dua sesi latihan lagi sebelum bertanding,” tambahnya.
Tapi dia memastikan tidak akan membawa Ridhuan. Sampai sekarang Ridhuan masih berada di Singapura untuk mengurus visa kerjanya. Kemungkinan Ridhuan baru akan kembali ke Malang pada Selasa sore.
“Dia kehilangan waktu latihan mulai Minggu-Selasa. Kemungkinan dia akan diistirahatkan,” ungkap RD.
Rencananya tim akan berangkat ke Gresik pada Selasa (5/3/2013) sore. Dia memperkirakan akan membawa maksimal 19 pemain. Tapi RD belum menentukan pemain yang akan diboyong ke Kota Pudak tersebut.
Menanggapi Gresik United, RD yakin tim kebanggaan Ultrasmania itu masih menggunakan gaya permainan mantan pelatih, Suharno. Meski saat ini tim dipimpin dua asisten pelatih, Suwandi HS dan Khusairi, Gresik United tidak akan menggunakan gaya permainan baru.
“Tidak mudah merubah filosofi permainan dari pelatih lama ke pelatih baru. Itu membutuhkan waktu,” terangnya.