Nenek Ayuna Pukul Meja Lihat Foto Korban dari Polisi

Laporan Wartawan Wartakotalive.com : Theo Yonathan Simon Laturiuw
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nenek Ayuna Safitri, mendadak memukul meja saat melihat foto-foto korban mutilasi yang ditunjukkan seorang anggota polisi, Selasa (5/3/2013).
Petugas polisi berpakaian bebas itu, memperlihatkan foto-foto itu di sebuah warung makan di depan Kamar Jenazah RS Cipto Mangunkusumo.
Polisi berkacamata itu memperlihatkan foto dari sebuah kamera pocket digital. Sang nenek duduk di samping kanan polisi, sedangkan Ibunda Ayuna, Emilia Kili-Kili, duduk di samping kiri petugas polisi.
Saat melihat salah satu frame, nenek Ayuna pun mengayunkan tangannya dan memukul meja.
Dia lalu menutup mukanya sambil menangis. Seorang kameramen televisi yang ada disitu mengambil gambar tersebut, lalu sang nenek memilih pergi.
"Belum tentu dia Mama, kan masih diautopsi, ujar Emilia dengan tenang. Namun, setelah sang nenek pergi, Emilia kembali melanjutkan melihat foto-foto itu bersama polisi. Tapi garis muka Emilia tampak tak berubah saat melihat satu per satu frame foto tersebut.
Emilia merupakan kakak dari almarhum Rahman Kili-Kili, petinju nasional yang pernah meraih gelar juara nasional kelas bantam dan super bantam tahun 2001 dan 2002. Makanya, Ayuna adalah keponakan Rahman Kili-Kili.

