Kamis, 23 April 2026

Warga Batanghari Pingsan Lihat Harimau

Muhammad Kadir (52) melihat harimau dari jarak 10 meter. Saking takutnya, Kadir pingsan.

TRIBUNNEWS.COM, MUARA BULIAN - Muhammad Kadir (52) melihat harimau dari jarak 10 meter. Saking takutnya, Kadir pingsan.

Begitu tiba di rumah. Rasa trauma yang mendekapnya membuat ia berjanji tidak akan menyadap karet selama seminggu.

Muhammad Kadir (52), warga RT 01, Kampung 5, Desa Petajen, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Jambi, tidak sadarkan diri setelah melihat harimau, Senin (4/3/2013).

Ia melihat langsung harimau pada pukul 05.30 WIB, saat hendak pergi ke kebun karet miliknya.

"Aku melihat harimau itu sedang mengais-ngais tanah. Begitu tahu itu harimau, aku langsung lari sambil berteriak," kata Kadir, kemarin.

Padahal, jarak antara rumah Kadir dengan kebun miliknya hanya 200 meter. Saat melihat harimau, Kadir baru setengah perjalanan menuju kebun. Saat itu, Kadir berangkat naik sepeda.

Begitu melihat harimau, tanpa pikir panjang, Kadir langsung melompat dari sepeda dan meninggalkannya begitu saja. Kadir terus berlari ke rumahnya sambil berteriak. Begitu sampai, Kadir pun langsung jatuh pingsan akibat rasa takut yang menghantuinya.

Kadir biasa pergi ke kebun pada pukul 03.00 WIB. Tapi, karena mendapatkan kabar bahwa ada harimau berkeliaran di Desa Muhajirin dan Ness, maka jadwal ke kebun ia perlambat menunggu matahari lebih terang.

Ketika pergi menggunakan sepeda, iya sempat melihat bayangan hewan besar mengais-ngais tanah. Karena penasaran, ia lantas mendatangi bayangan itu, untuk memastikan hewan apa sebenarnya.

Begitu melihat langsung dalam jarak 10 meter, ia langsung membanting stang sepeda dan meninggalkannya begitu saja. Kadir memilih berlari sambil berteriak-teriak.

"Mungkin dalam seminggu ini tidak dulu pergi ke kebun. Masih takut dan trauma dengan kejadian tadi," ujarnya.

Dainuri, warga kampung yang rumahnya dekat tempat kejadian menjelaskan, ketika kejadian ia masih tidur di rumah. Mendengar ada teriakan, Dainuri langsung ke luar rumah untuk melihat apa yang terjadi. Saat itu ia melihat warga sudah ramai di belakang, tempat Kadir melihat harimau yang sedang mengais-ngais tanah.

"Ketika keluar, warga sudah ramai berkumpul di belakang melihat bekas cakaran harimau yang mengais ketika dilihat Pak Mamad tadi," tutur Dainuri. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved