Banjir di Jakarta
Banjir di Kampung Pulo Surut, Warga Bersihkan Lumpur
Banjir dari luapan kali Ciliwung yang sempat merendam ratusan rumah warga di Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banjir dari luapan kali Ciliwung yang sempat merendam ratusan rumah warga di Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (5/3/2013) surut. Banjir yang sebelumnya mencapai ketinggian hingga 2,5 meter tinggal menyisakan lumpur di beberapa gang dan rumah warga.
"Banjir sudah surut tinggal lumpurnya, sekarang warga lagi bersih-bersih rumah mereka," kata Lurah Kampung Melayu, Bambang Pangestu saat dihubungi wartawan, Rabu (6/3/2013).
Bambang menuturkan, dengan surutnya banjir, ratusan warga yang mengungsi di Masjid At-Tawabiin, dan Kantor Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, sudah kembali ke rumah masing-masing.
"Ketika air mulai surut kemarin sore, mereka sudah mulai kembali. Terakhir tadi Subuh, ada sekitar 70 orang yang kembali," katanya.
Berdasar informasi, ketinggian air di Bendung Katulampa 40 cm. Dengan ketinggian ini, diprediksi hingga 12 jam ke depan, pemukiman di Kampung Pulo tidak kembali direndam banjir.
Sebelumnya diberitakan, pintu air Katulampa Bogor Jawa Barat, mencatat tinggi air mencapai rekor ketinggian selama 2012, yaitu 250 Cm. Artinya Katulampa siaga satu banjir karena ketinggian debit sungai Ciliwung antara 150-200 cm.
"Kondisi Puncak saat ini masih hujan. Masyarakat diimbau untuk siap siaga menerima banjir kiriman," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Senin (5/3/2013) malam.
Daerah yang berpotensi terkena banjir yaitu sekitar bantaran Sungai Ciliwung. Di antaranya daerah Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Gang Arus atau Cawang, Kebon Baru, Bukit Duri, Bidara Cina, dan Kampung Melayu.