Bocah 9 Tahun Tewas Terperosok Galian Proyek Perumahan
bocah warga perumahan Puri Kartika Baru Blok I-2 nomor 11, Ciledug, Kota Tangerang, Rabu (6/3/2013)tewas tercebur
TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Gigih Aprilianto (9), bocah warga perumahan Puri Kartika Baru Blok I-2 nomor 11, Ciledug, Kota Tangerang, Rabu (6/3/2013)tewas karena tercebur dalam galian tanah proyek cluster Fortune Graha Raya, Kayu Gede, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Berdasarkan informasi yang dihimpun Kamis (7/3/2013), peristiwa itu terjadi pada pukul 16.00 WIB. Saat itu Gigih bersama seorang temannya bermain di area proyek cluster Fortune, yang tidak jauh dari rumahnya.
Karena rasa ingin tahu yang tinggi, Gigih dan temannya, masuk ke area proyek, yang sebenarnya ditutup pagar seng. Namun ada bagian yang bolong, Gigih menyelinap masuk.
Ternyata di dalam proyek itu ada bekas galian tanah yang belum diuruk oleh pengembang. Galian itu menjadi sebuah kubangan air.
"Dia lagi asyik bermain, lalu terpeleset dan jatuh ke dalam kubangan itu," ujar Karmin, salah seorang tetangganya.
Karena tak bisa berenang, Gigih langsung tenggelam. Warga sekitar yang kebetulan mengetahui peristiwa itu langsung berusaha mengambil Gigih.
"Untungnya kubangan itu tidak luas jadi mudah pencariannya. Tapi Gigih sudah meninggal saat dievakuasi," ucapnya.
Kapolsek Ciledug, Kompol Abdoel Harris, mengatakan bahwa kubangan air bekas galian tanah itu memang tidak luas, tapi memiliki kedalaman hingga 1,7 meter.
"Makanya si bocah meninggal, apalagi dia tak bisa berenang," ujarnya.
Namun kata Abdoel, kasus tersebut tidak berlanjut ke ranah hukum, karena pihak keluarga Gigih bisa menerima, dan bersedia berdamai dengan pihak pengembang.
"Ya diselesaikan secara kekeluargaan. Pihak pengembang Graha Raya memberikan uang duka," ucapnya.