Dukung Microfinance, Standard Chartered Gandeng ADB
Standard Chartered Bank menggandeng Asian Development Bank (ADB) untuk mendukung pertumbuhan sektor microfinance di Asia.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Standard Chartered Bank menggandeng Asian Development Bank (ADB) untuk mendukung pertumbuhan sektor microfinance di Asia.
Kolaborasi tingkat kawasan ini bertujuan untuk meningkatkan akses layanan keuangan bagi masyarakat tidak mampu di negara-negara berkembang anggota ADB.
Melalui program ini, Standard Chartered bertujuan untuk memulai dan layanan portofolio 150 juta dollar AS untuk pinjaman kelembagaan microfinance di seluruh Asia. ADB akan membagi risiko melalui program Risk Participation and Guarantee pada portofolio ini hingga 75 juta dollar AS. Program regional ini akan berlangsung hingga Desember 2018.
Dukungan ADB akan memungkinkan Standard Chartered untuk memperpanjang kredit tambahan bagi lembaga microfinance yang akan menjangkau lebih banyak lagi komunitas yang belum mengenal perbankan serta membiayai semakin banyak lembaga-lembaga mikro.
Mengomentari inisiatif kolaborasi ini, Peter Heidinger, Global Head, Financial Institutions Group Standard Chartered mengatakan, meningkatkan akses terhadap layanan keuangan merupakan inti dari pendekatan Bank terhadap kegiatan pembiayaan yang berkelanjutan.
Kerja sama dengan ADB ini akan membuka jalan bagi lebih banyak lagi pembiayaan bagi microfinance dan mendukung sektor tersebut saat mulai bangkit dari siklus kesulitan ekonomi.
"Kami berharap program ini dapat bermanfaat bagi sekitar 30 lembaga microfinance di Asia," kata Peter Heidinger dalam keterangan persnya, Kamis (7/3/2013).
Sementara itu, Philip Erquiaga, Director General ADB Private Sector Operations Department mengatakan, komitmen kami terhadap pengembangan dan pengentasan kemiskinan menjadi perhatian utama dalam strategi jangka panjang 2020. "Microfinance merupakan elemen utama dan kolaborasi ini menggarisbawahi komitmen kami dalam menyediakan akses keuangan bagi masyarakat tidak mampu di negara-negara berkembang anggota ADB," ujar Philip Erquiaga.
Standard Chartered telah mendukung sektor microfinance di belahan Asia, Afrika dan Timur Tengah sejak 2005. Sejak Desember 2012, Bank telah mengeluarkan dana 970 juta dollar AS untuk membiayai 73 mitra lembaga microfinance yang tersebar di 17 negara serta memberi dampak terhadap 6,4 juta orang dengan mayoritas kaum perempuan.
Standard Chartered percaya bahwa dengan meningkatkan akses terhadap layanan keuangan merupakan kunci untuk membangun bisnis yang berkelanjutan.
Sektor microfinance sendiri merupakan sebuah kesempatan komersial yang memiliki potensi untuk memperluas penyertaan sosial dan keuangan. Di berbagai pasar, Bank menyediakan beragam penawaran produk, termasuk pinjaman kredit, layanan transaction banking, manajemen resiko, dan akses ke utang pasar modal bagi semua stakeholder di industri microfinance.
Standard Chartered juga berinvestasi di bidang bantuan teknis untuk membangun kapasitas lembaga microfinance dan mempengaruhi pemikiran utama untuk perubahan peraturan yang positif di sektor tersebut.