Rabu, 10 Juni 2026

Jaladara Kembali Beroperasi Setelah Stop Lima Bulan

Ratusan warga akhirnya berkumpul di depan Loji Gandrung, mereka sekadar ingin melihat kereta api tua ikon Kota Solo itu dari dekat.

Tayang:
Editor: Budi Prasetyo

Rudy Rayu Jonan Agar Operasikan Kembali Jaladara

TRIBUNNEWS.COM SOLO - Perhatian warga yang memadati arena Solo Car Free Day (SCFD) Jalan Slamet Riyadi, Minggu (10/03/2013) teralihkan saat sayup-sayup terdengar dari kejauhan suara peluit kereta api. Beberapa saat kemudian, berjalan dari arah barat melaju kereta api uap, Spur Kluthuk Jaladara hingga berhenti di depan Loji Gandrung, rumah dinas Wali Kota Solo. Ratusan warga akhirnya berkumpul di depan Loji Gandrung, mereka sekadar ingin melihat kereta api tua ikon Kota Solo itu dari dekat.

Sempat berhenti dioperasikan pada Oktober 2012, kemarin kereta uap kuno tersebut kembali beroperasi dan diluncurkan secara resmi oleh Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo dan Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ignasius Jonan di Loji Gandrung. Wali Kota Solo yang akrab disapa Rudy mengaku memiliki cara khusus untuk merayu Dirut PT KAI agar menyetujui pengoperasian kembali KA Jaladara. "Saya cerita kalau saya anak masinis PT KAI. Ternyata manjur dan pengajuan pengoperasian Sepur Kluthuk Jaladara disetujui," kata Rudy.

Peresmian operasional Jaladara dilakukan dengan pemecahan kendi dan pemotongan pita oleh Rudy dan Jonan. Wali Kota berkumis itu berharap, pengoperasian kembali Jaladara bisa menjadi ikon Kota Solo sehingga mendukung pengembangan pariwisata di Kota Bengawan. "Memecah kendi ini mengandung harapan semoga bisa memecah pamor Kota Solo melalui Jaladara. Sehingga bisa menarik minat wisatawan berkunjung ke Solo," sambungnya.

Dijelaskan Rudy, pengoperasian Jaladara menggunakan sistem perjanjian sewa dengan tarif per perjalanan sebesar Rp 3,5 juta dengan daya tampung maksimal 70 penumpang. Bagi warga miskin Kota Solo yang ingin menjajal kereta uap wisata tersebut pihaknya akan mengupayakan subsidi khusus. "Khusus untuk warga miskin akan kita upayakan ada subsidi. Biar fasilitas ini tidak hanya dinikmati orang yang mampu saja, tapi yang kurang mampu juga bisa," ujarnya.

Untuk mengoperasikan kereta uap dua gerbong itu, perlu perlakuan khusus. Karena itulah, Dirut PT KAI, Ignasius Jonan mempekerjakan kembali pensiunan pegawai PT KAI untuk mengoperasikan kereta uap tersebut. "Pengoperasiannya memang sulit. Teknik untuk memperlakukan mesin tua ini juga tidak banyak yang bisa," katanya.

Lokomotif Jaladara, merupakan Lokomotif tua buatan Jerman pada tahun 1896 dengan tipe C 1218. Lokomotif tersebut difungsikan kembali setelah sekian lama pensiun dan disimpan di Ambarawa. Lokomotif tersebut menarik dua gerbong kuno buatan Belanda dengan tipe TR 144 dan TR 16 yang direstorasi dari Magelang dan Bandung.

Mengingat usianya yang sudah tua, PT KAI memberi batasan dalam pengoperasian Jaladara. Kereta api tersebut hanya boleh beroperasi dua kali dalam seminggu dengan rute Purwosari - Solo Kota dengan jarak tempuh 5,6 KM. "Di sepanjang rute itu nanti akan berhenti di beberapa titik di antaranya di Laweyan, Loji Gandrung, Ngapeman, Perempatan Pasar Pon dan Gladag," pungkasnya. (ade)

Baca  Juga  :

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved