Nama Menteri Muncul dalam Dugaan Korupsi Lab Komputer Mts?
KPK telaah informasi yang mucul di persidangan terkait mencuatnya nama Menteri dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lab komputer Mts di Kemenag.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telaah informasi yang mucul di persidangan terkait mencuatnya nama Menteri dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lab komputer Mts di Kemenag.
Hal itu sebagaimana terungkap dari kesaksian, Mohammad Zen selaku pegawai Kemenag sekaligus Ketua Unit Layanan Pengadaan Laboratorium Komputer tahun anggaran 2011 ketika bersaksi untuk terdakwa Zulkarnaen Djabar dan Dendy Prasetya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (7/3/2013).
"Informasi sekecil apapun yang muncul dari saksi maupun tersangka akan divalidasi oleh KPK," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, Minggu (10/3/2013).
Sebelumnya menurut Mohammad Zen, pada 16 November 2011 malam, dirinya pernah kedatangan sejumlah tamu di kantornya. Di antara rombongan yang datang, ada Fahd A Rafiq dan Samsyurahman. Rombongan itu mengaku utusan dari Senayan (DPR).
Mereka, terang Zen, menginginkan agar pemenang tender proyek laboratorium di Mts TA 2011 segera diumumkan.
"Saya sendiri menemui mereka tidak sendirian. Saya bersama PPK, Pak Undang. Dalam pertemuan tersebut, Pak Fahd menelpon seseorang. Saya tidak tahu dengan siapa, Tapi bunyinya 'Halo Pak Menteri, saya ada diruangan bapak'. Lalu Pak Fahd berbicara yang lain-lain juga dengan yang ditelpon itu," kata Zen saat ditanyai Ketua Majelis Hakim, Afiantara.
Saat ditegaskan majelis Hakim, Zen tidak melanjutkan keterangan siapa menteri yang dimaksud. Namun keesokan harinya, pemenang lelang pun terbukti diumumkan dengan kemenangan PT Batu Karya Mas.
PT. Batu sendiri merupakan perusahaan milik Abdul kadir Alaydrus. Dia merupakan rekanan Fahd A Rafiq.
Menguatkan Zen, rekannya yakni Kasi Perlengkapan Bagian Umum Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Bagus Natanegara mengatakan jika saat itu Fahd membesarkan volume percakapannya dengan orang yang diduga Menteri Agama.
"Saat itu, percakapan mereka (Fahd-Menag) dibesarkan, semua yang diruangan bisa dengar percakapan itu," kata Bagus saat bersaksi pada perkara yang sama.
Namun, dia mengaku tidak tahu apakah suara yang ditelepon Fahd itu benar suara Suryadharma Ali atau bukan.
(Edwin Firdaus)