Rabu, 10 Juni 2026

Panglima TNI Kepas KRI Diponegoro ke Lebanon

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, melepas KRI Diponegoro, nomor lambung 365 (KRI Diponegoro-365) menuju Lebanon

Tayang:
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Gusti Sawabi

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, melepas Kapal Republik Indonesia Diponegoro, nomor lambung 365 (KRI Diponegoro-365)  menuju Lebanon sebagai Satuan Tugas (Satgas) Maritime Task Force (MTF)  TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-E/UNIFIL yang merupakan bagian keseluruhan dari operasi UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) di Lebanon.

Dalam keterangan pers yang diterima Tribunnews.com, pelepasan dilaksanakan dengan upacara Militer di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok Jakarta Utara, Senin (11/3/2013).
 
KRI Diponegoro-365 merupakan salah satu kapal terbaru yang dimiliki TNI AL, berjenis korvet kelas SIGMA  (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach) buatan Belanda. Di jajaran Alutsista TNI AL, KRI Diponegoro-365 masuk dalam Satuan Kapal Eskorta Komando Armada RI Kawasan Timur (Satkorarmatim). Kapal ini memiliki berat 1.700 ton, panjang 90,71 m. lebar 13,2 m, kecepatan 28 knots dengan tenaga penggerak Diesel STC MAN, dilengkapi senjata Main Gun 76 mm Rudal Self Defence Tetral, Rudal anti Kapal Excocet MM 40 blok 2, torpedo 3 A 244S Mode II/MU dan satu Helikopter jenis Bolcow BO-105.
 
Satgas MTF TNI Konga XXVIII-E/UNIFIL ini diperkuat oleh 100 prajurit TNI AL, dipimpin oleh Letkol Laut (P) Hersan S.H. lulusan AAL Angkatan 40 (tahun 1994). 

"Ini merupakan Satgas kelima yang pernah ditugaskan TNI ke Lebanon setelah sebelumnya menugaskan KRI Sultan Hasanuddin-366, KRI Sultan Iskandar Muda-367, KRI Frans Kaisepo-368 dan KRI Diponegoro-365 dalam misi yang sama. KRI Diponegoro-365 akan bertugas selama 6 bulan di Lebanon terhitung sejak Maret 2013 sampai dengan September 2013," kata Panglima TNI.
 
Dalam amanatnya, Panglima TNI mengatakan bahwa opini dan harapan publik domestik maupun internasional terhadap determinasi kebijakan politik luar negeri Indonesia menjadi elemen yang sangat penting dalam memformulasikan penyelenggaraan hubungan internasional serta pelaksanaan politik luar negeri yang bermartabat dan berkeadilan.

Terkait hal tersebut, para prajurit  yang tergabung dalam Satgas MTF TNI Konga XXVIII-E/UNIFIL, merupakan salah satu determinant atau salah satu faktor penentu, sekaligus pelaku keberhasilan diplomasi Indonesia dalam rangka meningkatkan kepercayaan dunia, mengangkat citra, serta kredibilitas bangsa dan negara di forum internasional. 
 
Hal ini harus dipahami oleh seluruh prajurit, khususnya oleh Komandan Satgas dan Staf, bahwa penugasan misi perdamaian dunia bukan business as usual atau bukan tugas biasa, melainkan tugas multi kompleks, yang lebih ditujukan kepada upaya memelihara perdamaian  dari pada konflik, melibatkan berbagai aktor yang sangat luas dalam rangka mengakhiri kekerasan fisik, struktural dan kultural, serta menciptakan kondisi tanpa perang atau konflik fisik.

Dari kompleksitas inilah, keberhasilan tugas misi perdamaian dunia diuji dan diukur, karena keberhasilan misi perdamaian yang akan dilaksanakan tersebut akan turut mempengaruhi kredibilitas Indonesia di mata dunia internasional.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved