Contra Flow di Gatot Subroto Tak Permanen
Penerapan uji coba contra flow atau melawan arus pernah dilakukan di ruas Tol Dalam Kota Gatot Subroto, tepatnya dari Cawang
Laporan wartawan Wartakotalive.com, Dedy
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penerapan uji coba contra flow atau melawan arus pernah dilakukan di ruas Tol Dalam Kota Gatot Subroto, tepatnya dari Cawang - Semanggi bulan Mei 2012 lalu. Kebijakan itu berjalan fluktuatif alias tidak permanen.
"Saya melihat pemberlakuan contra flow di Gatot Subroto sifatnya fluktuatif dan tidak permanen, bergantung dari kondisi arus lalu lintas yang terjadi hari itu. Jika kondisinya macet maka diberlakukan, tapi jika masih terlihat lancar maka tidak perlu diterapkan," ucap anggota Dewan Tranportasi Kota, Ahmad Izzu Waro, dihubungi Rabu (13/3/2013) malam.
Sebelumnya sistem contra flow atau melawan arah pernah diuji coba di ruas jalan tol Dalam Kota Gatot Subroto - Semanggi. Arus kendaraan di tol yang dari arah Slipi menuju Cawang maupun kendaraan yang melintas di lajur lawan arah bergerak lancar. Kecepatan kendaraan rata-rata 60 Km/jam.
Dengan contra flow Ditlantas Polda Metro Jaya ketika itu mengklaim kemacetan di ruas tol berkurang 20 persen. Dharapkan pengendara yang masih menggunakan jalan arteri bisa memilih melalui tol karena sudah lancar. Dengan begitu, kepadatan kendaraan yang datang dari arah Cikampek, Jagorawi, dan Tanjung Priok menuju Cawang juga bisa tertarik masuk ke tol.
Berdasarkan data lalu lintas harian, rata-rata jumlah kendaraan yang melintas di jalan tol lingkar dalam kota Cawang -Tomang -Pluit sebanyak 314.368 unit kendaraan. Sehingga jika berkurang 20 persen, maka jumlah kendaraan yang terjebak antrian kemacetan berkurang 62.873 unit kendaraan.
Traffic cone tersebut dipasang mulai dari Km 3+050 atau persis depan Gedung Bank Bukopin sebelum Tegal Parang sampai Km 8+600 atau dekat Taman Ria Senayan. Sejumlah spanduk berisi informasi pemberlakuan contra flow juga dipasang.
Uji coba kontra arus ini merupakan salah satu cara yang dianggap paling efektif memecahkaan kemacetan di dalam tol. Pasalnya untuk pelebaran jalan tol sudah tidak mungkin dilakukan lagi menginggat tidak ada lahan yang bisa dibebaskan.