Bernostalgia dengan Jajanan Khas Sunda Tempo Dulu
Kini, jajanan nostalgia tahun 1980-1990-an tersebut sudah sangat jarang ditemukan di pasaran, kecuali di tempat tertentu yang memang sengaja
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ida Romlah
ENDOG cakcak (telur cicak), permen rokok, gulali, sagon, susu bubuk, permen kayu, mi nyere (mi lidi), dan subadra merupakan beberapa jajanan khas Sunda jaman baheula (jaman dulu).
Kini, jajanan nostalgia tahun 1980-1990-an tersebut sudah sangat jarang ditemukan di pasaran, kecuali di tempat tertentu yang memang sengaja menawarkan jajanan jadul alias jaman dulu.
Jajanan yang disebutkan tadi benar-benar merupakan jajanan tradisional Sunda. Sejauh ini, beberapa industri rumahan masih memproduksi jajanan tersebut, meski dalam jumlah yang terbatas. Pemasarannya pun tidak seperti dulu di mana dijual bebas di pasar, melainkan hanya untuk kalangan tertentu yang memang dengan sengaja ingin menikmati jajanan jadul.
Di Bandung, ada seseorang yang masih telaten menjajakan jajanan Sunda jaman baheula. Dialah Dede L Wiratmadinata atau akrab disapa Kang Dede. Melalui label Unique, Kang Dede mengemas jajanan tradisional Sunda layaknya ketika jajanan tersebut merajai negeri ini dan menjadi jajanan favorit masyarakat Sunda.
Jajanan jaman baheula yang ditawarkan Kang Dede tergolong lengkap. Ada sekitar 50 jenis jajanan yang ditawarkan, malah bila stoknya memungkinkan jumlahnya bisa mencapai 100 jenis jajanan. Namun sayang, jajanan tersebut hanya bisa ditemui dalam beberapa even di Kota Bandung seperti pameran, Braga Festival, dan Pasar Seni ITB.
"Kalau konter ada di Yogya Kepatihan," kata Dede, ditemui dalam acara Baby and Kids Expo 2013 di Graha Manggala Siliwangi, Kamis (14/3/2013) sore.
Dede mengatakan, jajanan Sunda jaman baheula yang dijualnya berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat. Namun sebagian besar dari Ciamis.
"Ada yang bikin sendiri, beli dari saudara, dan ada juga yang beli dari orang lain. Kalau yang beli dari orang lain biasanya saya kemas kembali di rumah agar kemasannya benar-benar mengingatkan jaman kejayaan jajanan ini," ujarnya.
Dalam acara Baby and Kids Expo 2013, jajanan yang dipamerkan antara lain permen susu dengan bungkus kertas tipis bergambar sapi dimana kedua ujung kertas pembungkus digulung, subadra, permen rokok, saketrak, mi lidi, cokelat kacang, cokelat ayam jago, borondong jagung, koya kacang kotak, harumanis, koya kacang bulat, otok owo, teng teng, endog cakcak (telur cicak), gulali kacang, permen kayu, ranginang oyek, susu bubuk, asam koranji, dan sagon.
Jajanan tersebut dijajakan di atas nampan dari anyaman bambu atau oleh orang Sunda disebut nyiru.
Harga yang ditawarkan murah-meriah. Permen hopies jamien atau permen hopies Belanda misalnya, dibanderol Rp 500 per buah, mi lidi baik yang asin maupun pedas dihargai Rp 1.000 per bungkus, subadra Rp 2.000 per buah, dan paling mahal adalah permen rokok Rp 10.000 per bungkus isi 10 batang. (roh)