Geliat Partai Politik Berburu Artis
Nurul Arifin Bangga Ide e-KTP Seumur Hidup Disetujui DPR
Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Nurul Qomari Arifin, merupakan artis top
TRIBUNNEWS.COM – Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Nurul Qomari Arifin, merupakan artis top. Dia juga aktivis perempuan yang ketenarannya sudah tidak perlu diragukan.
Walapun demikian, Nurul mengaku merasa sebagai orang asing saat awal masuk ke partai. Dunia politik yang ia jalani berbeda 180 derajat dengan dunia artis dan aktifis. Namun karena menyukai tantangan, ia akhirnya mampu beradaptasi dengan dunia barunya saat itu.
"Enaknya di Golkar, dinamika demokrasi internal itu dibiarkan hidup dengan subur, jadi dilepas saja. Kita mau melemparan gagasan dan pemikiran itu dibiarkan, sampai akhirnya dikerucutkan pada satu keputusan partai, lalu semuanya diolah. Jadi, tidak semata kami dapat instruksi dari pimpinan," paparnya.
Menurut Nurul, untuk mendukung kesukaan terhadap adu gagasan dan argumen, ia mesti memahami data dan teori pendukung sebelum bertarung di forum atau rapat resmi DPR. Di DPR, ia bicara tidak asal ngomong, tapi harus berlandaskan teori, data, dan argumentasi.
"Jangan asal ngomong tapi kosong, tong kosong nyaring bunyinya, itu akan ditertawakan, itu akan jadi hiruk-pikuk politik yang tidak ada artinya. Menyumbang pemikiran atau solusi baru. Itu tergantung individu masing-masing, apakah dia mau belajar atau tidak. Setiap orang bisa menjadi cerdas atau pintar asal ada kemauan. Kan dari 100 keberhasilan itu, 90 persennya kerja keras. Jadi semua orang itu bisa berhasil, tergantung diri sendiri," papar Nurul.
Ia mengaku puas jika gagasannya dapat disetujui anggota fraksi parpol lain. "Itu suatu kepuasan sendiri jadi kemenangan politik. Itu justru yang bagi saya sekarang semacam adiksi, atau kecanduan politik. Senang saja kalau menemukan gagasan baru dan menggolkan," kata Nurul.
Ia mencontohkan, salah satu gagasannya yang diterima hinga menjadi bagian dari undang-undang saat berada di Komisi II, yakni pemberlakuan seumur hidup untuk e-KTP.
"Itu kan awalnya dari saya. Yang e-KTP sekarang, kan tadinya tidak seumur hidup, tapi saya bilang ke menteri, Pak Menteri kalau data biometrik kan berdasarkan fingerprint dan iris scan, Nah itu kan melekat sampai orang itu meninggal, kenapa kita tidak gunakan bahwa KTP itu berlaku seumur hidup? Kan kalau KTP hilang, bisa gunakan biometrik. Akhirnya itu diterima. Dan saya sangat mensyukuri, dan bangga bahwa pikiran-pikiran saya diterima. Untuk itu, perlu mengubah satu pasal di undang-undang, sekarang UU sudah di Prolegnas," kata Nurul, artis terlaris 1989.