Bemo Listrik Masih Banyak Kelemahan
Enrico menjabarkan, banyak masukan yang diterima setelah uji coba prototype bemo listrik dilakukan.
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Syahrul Munir
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Enrico Halim, Koordinator Aikon, lembaga non-profit yang memeroduksi bemo listrik (Bio Bemo), mengakui bemo ramah lingkungan hasil rakitannya masih punya kelemahan.
Pihaknya juga banyak melibatkan pengemudi bemo yang tergabung dalam Paguyuban Bemo Jakarta dan masyarakat pemerhati bemo, untuk meminta saran agar produknya berkualiatas.
"Memang masih banyak kelemahan. Makanya saya juga meminta masukan dari pengemudi bemo," ujar Enrico, Rabu (20/3/2013).
Enrico menambahkan, berbicara soal teknologi, terutama berhubungan dengan mesin, ia tergolong awam. Itu sebabnya, proyek ini dikerjakan bersama-sama.
"Background saya desain grafis, jadi soal mesin enggak banyak menguasai," akunya.
Enrico menjabarkan, banyak masukan yang diterima setelah uji coba prototype bemo listrik dilakukan. Kapasitas tempuh mesin listrik yang mampu melahap jarak lebih dari 50 kilometer atau setara jarak Jakarta-Bogor, tuturnya, masih belum memenuhi syarat.
"Paling tidak kapasitas tempuhnya sampai 80 kilometer. Jadi. bisa dipakai operasi seharian, tanpa charge," paparnya. (*)