Kabar Toyota Agya Enggak Jelas? Cape Deh!
Calon konsumen Toyota Agya kalang kabut. Kepastian kapan mobil itu bisa lalu lalang di jalanan makin tak jelas.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Calon konsumen Toyota Agya kalang kabut. Kepastian kapan mobil itu bisa lalu lalang di jalanan makin tak jelas. Saat minta informasi ke dealer pun malah tak direspons.
Sebagai contoh Yayah Nuroniah. Peng-indent mobil murah ini berusaha minta konfirmasi dari salah satu sales dealer Toyota di Jakarta Selatan 5 Maret 2013 lalu. “Susah mas menghubunginya, sudah beberapa bulan, di telepon enggak diangkat, SMS enggak dibalas,” ujarnya.
Yayah memesan Agya dari Oktober tahun lalu. Dia inden di dealer tersebut dengan uang tanda jadi Rp 5 juta. Setelah beberapa lama, Januari tahun ini melakukan follow-up ke sales-nya dan mendapatkan jawaban bahwa mobil akan turun Maret 2013. Namun sampai menanyakan kembali, makin tak jelas lagi.
Yayah sebenarnya ingin membatalkan pesanannya sejak dulu, namun katanya jika batal sendiri sebelum akhir Maret bakal kena potongan 50%. “Kata sales-nya jika sampai akhir Maret mobil enggak keluar uang bisa kembali 100%. Jika sampai akhir Maret enggak ada kabarnya, saya akan membatalkan pesanan,” ujar karyawan swasta ini.
Hal serupa juga dialami oleh dr. Made Bagus Basuki Mahardika. Pria yang berdomisili di Bali ini memesan Toyota Agya semenjak Oktober tahun lalu (2012). Semenjak itu pula rasa penasaran akan mobil murah tersebut tak pernah hilang.
“Bukannya apa-apa, semenjak setor Rp 5 juta buat tanda jadi pemesanan Agya, sampai sekarang mobilnya enggak muncul-muncul,” ujar pria yang biasa disapa Mahardika ini. Enggak tanggung-tanggung, ia memesan 3 unit Agya dan 1 Ayla.
Awalnya, dijanjikan Desember peraturan keluar dan Januari mobil sudah bisa diterima. Namun kenyataannya setiap melakukan konfirmasi ke sales, “Jawabannya selalu sama, masih menunggu peraturan dari pemerintah yang belum keluar. Kalau peraturan belum keluar kenapa mobil sudah dijual?” ujar pria yang tinggal di Ubud, Gianyar, Bali ini.
Memang pada saat pemesanan, sales secara lisan menawarkan kalau tidak jadi beli, uang akan dikembalikan 100%. Bahkan saat mobil sudah datang, pembeli enggak berkenan, uang juga tetap dikembalikan 100%. “Cuma kan kalo kabarnya enggak jelas seperti ini ya cape juga nunggunya,” tambah ayah dua anak ini.