Selasa, 9 Juni 2026

Interfaith Serukan Myanmar Beri Rasa Aman ke Komunitas Islam dan Buddha

Sejumlah tokoh agama Buddha dan Islam di Myanmar, menyerukan kepada umatnya untuk tenang, dan mengakhiri

Tayang:
Editor: Widiyabuana Slay

TRIBUNNEWS.COM, YANGON -Sejumlah tokoh agama Buddha dan Islam di Myanmar, menyerukan kepada umatnya untuk tenang, dan mengakhiri kekerasan sekterian yang terjadi di pusat Myanmar selama tiga hari terakhir dan mendesak pemerintah meningkatkan keamanan bagi kedua komunitas.

Kekerasan sekterian di kota Meiktila, Myanmar telah menewaskan sedikitnya 32 orang dan menyebabkan sekitar 9.000 orang mengungsi. Demikian dilansir Tribunnews.com yang dikutip dari asiaone.com.

Organisasi Persahabatan Interfaith meminta pemerintah untuk membuat rencana keamanan yang efektif terhadap warganya, dan memberikan keamanan kepada komunitas Islam, dan Buddha.

Pernyataan itu ditandatangani oleh perwakilan tokoh Buddha Myanmar, dan tokoh Islam Myanmar. Dalam kesempatan yang sama mereka menyerukan kepada umatnya untuk menjaga keharmonisan masyarakat dengan cinta dan kebaikan.

Inilah pertamakalinya pihak perwakilan dari dua komunitas agama yang berseteru di Myanmar berbicara di muka publik sejak kerusuhan melanda Meiktila, 130 kilometer (80 mil) utara ibukota Naypyidaw, Rabu lalu.

Bentrokan tersebut adalah insiden terbaru antara dua komunitas tersebut, setelah sebelumnya terjadi di negara bagian Rakhine tahun lalu yang menewaskan sedikitnya 180 orang dan membuat 110 ribu orang mengungsi.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved