AP I Bantah Minta Saham ke Lion Air
Maskapai Lion Air menjadi buah bibir masyarakat internasional karena mengancam akan memindahkan pangkalannya ke Malaysia.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Maskapai Lion Air menjadi buah bibir masyarakat internasional karena mengancam akan memindahkan pangkalannya ke Malaysia. Ada apa di balik rencana salah satu maskapai terbesar di Indonesia tersebut ?
Ceritanya, Rusdi Kirana Presiden Direktur Lion Air berencana membuat hub di Manado yang akan menghubungkan penerbangannya dari Jepang, China, Korea, dan Taiwan. Rusdi kabarnya sudah mengucurkan dana untuk pembebasan lahan.
Lion Air pun tak hanya berencana membantu membangun bandara yang bisa menghubungkan berbagai negara, tapi juga membuat semuanya secara menyeluruh termasuk ground handling, cargo handling, dan infrastruktur keseluruhan.
Mungkin melihat cakupan yang sangat besar ini, kabarnya Perum Angkasa Pura I otoritas yang menguasai Bandara di Manado meminta saham 51 persen untuk proyek besar tersebut. Rusdi pun meradang.
Malaysia yang selalu jeli melihat peluang pun menawarkan Lion Air untuk mau memindahkan hub nya di Johor Bahru dengan harga sewa murah. Untuk lahan seluas 2,5 hektare di Johor Bahru itu, kabarnya Rusdi hanya perlu membayar sewa selama 10 tahun, setelah itu lahan itu akan menjadi milik Lion Air.
Tapi waktu KONTAN menghubungi PT Angkasa Pura I (Persero) mengaku tidak pernah sebagian saham dari PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) terkait dengan pembuatan hanggar pesawat penerbangan di dekat Bandara Sam Ratulangi, Manado.
Tommy Soetomo, Direktur Utama AP I bilang, pihak AP I hanya meminta kerja sama bisnis yang saling menguntungkan untuk kedua belah pihak. Dia bercerita, bahwa maskapai penerbangan Lion Air meminta izin akses jalan pesawat langsung dari bandara.
"Kabar yang beredar kami tidak beri izin dan meminta saham itu tidak benar. Kami meminta kerja sama bisnis saja, win-win solution, seperti membayar fee," terang Tommy kepada KONTAN, Jumat (5/4).
Menurut Tommy, keinginan Lion Air membangun hanggar di dekat bandara itu sudah berlangsung sejak tahun lalu. "Soal masalah hukum dan perizinan sudah selesai dari tahun lalu," ujar Tommy. Namun dia tidak tahu kenapa rencana tersebut tidak dilanjutkan kembali.
Aditya Simanjuntak, Sekretaris Perusahaan Lion Air menambahkan, pihaknya memang belum merealisasikan pembangunan hanggar di Manado. Sayang dia tidak menjelaskan alasan detailnya.
"Memang belum direalisasikan (hanggar Manado), kami masih fokus bangun hanggar yang di Batam," jelasnya. (Oginawa/Djumyati Partawidjaja/Kontan)