Rabu, 10 Juni 2026

Dekati Korut, Jepang Membela Diri

Seorang menteri di kabinet Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, membela langkah Pemerintah Jepang untuk membuka kembali diplomasi dengan Korut

Tayang:
Editor: Sanusi

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang menteri di kabinet Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, membela langkah Pemerintah Jepang untuk membuka kembali diplomasi dengan Korea Utara (Korut).

Akira Amari, Menteri Revitalisasi Ekonomi Jepang, mengatakan pihaknya mengutus penasihat PM Jepang, Isao Iijima ke Korut untuk membuka percakapan dengan pemerintah komunis terkait kasus penculikan warga Jepang di Korut pada periode 1970-1980.

"Jepang memiliki kasus yang sangat penting, masalah penculikan, yang terpisah dari kepentingan negara lain," ujarnya seperti dilansir Tribunnews.com dari Asiaone.com, Minggu (19/5/2013).

"Ini merupakan wilayah dimana Jepang harus bertindak atas inisiatif sendiri," tambahnya.

Kasus itu merupakan prioritas Abe ketika membentuk kabinetnya pada Desember tahun lalu. "Ketika ia membentuk kabinet (Desember), Perdana Menteri Abe menyatakan tekadnya untuk menyelesaikan kasus ini," katanya.

Pada 2002, Korut mengakui telah melakukan penculikan, namun menolak memberikan detailnya. Ijima pulang ke negaranya pada Sabtu setelah memicu pergunjingan Pyongyang berusaha untuk dekat dengan Tokyo. Korsel menilai lawatannya tidak membantu upaya internasional membentuk sebuah front melawan Pyongyang.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved