Selasa, 9 Juni 2026

Jika Negosiasi Buntu, Warga Buaran Siap Perang

Ratusan kepala keluarga Kelurahan Klender, sedianya akan bertemu dengan Wali Kota Jakarta Timur, untuk membicarakan rencana penggusuran lahan

Tayang:
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Sanusi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ratusan kepala keluarga di RT 08 RW 12, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur sedianya akan bertemu dengan Wali Kota Jakarta Timur, untuk membicarakan rencana penggusuran lahan yang sudah mereka tinggalkan sejak 32 tahun lalu oleh PT Griya Cipta Karisma, Senin (20/5/2013) besok.

Namun jika kesepakatan yang diinginkan oleh yang sebagian besar pengrajin besi tua tersebut tidak tercapai, mereka akan tetap mempertahankan tanah yang berada di Jalan I Gusti Ngurah Rai tersebut.

"Kami berharap pemerintah memihak kepada kami. Namun jika tidak sesuai dengan keinginan warga, kami tetap pada pendirian awal. Bertahan dan melawan akan jadi piihan kami," kata satu tokoh masyarakat Buaran, Haji Mukhlis (34) kepada Tribunnews.com, Minggu (19/5/2013).

Mukhlis mengatakan, warga akan tetap berupaya mempertahankan rumah-rumah mereka, jika PT GCK melalui Satpol PP kembali berencana menertibkan rumah warga.

Menurutnya warga memiliki bukti tentang kepemilikan tanah tersebut, berdasarkan putusan Peninjauan Kembali kasus sengketa lahan ini pada 2012. Dalam putusan PK itu, Mahkamah Agung menyatakan lahan tersebut status quo.

"PK pada 2012, putusannya adalah NO. Artinya tidak ada putusan yang menetapkan lahan ini milik A, B atau C," katanya.

Sebelumnya diberitakan, ratusan kepala keluarga yang sudah tinggal selama puluhan tahun di Buaran I RT 08/12, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur kembali mengamuk pada Sabtu (18/5/2013) pagi.

Sejak sekitar pukul 07.00 WIB, warga menutup Jalan I Gusti Ngurah Rai, tepatnya di depan Halte Busway Buaran dengan membakar ban di tengah jalan.

Bahkan, puluhan mobil yang melintas baik yang menuju ke arah Pondok Kopi maupun ke arah Cipinang diberhentikan, dan dikempeskan bannya. Beberapa mobil ditaruh dengan posisi melintang seperti memblokade. Suasana mencekam terasa di sekitar lokasi.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved