Ibu Bocah Korban Sodomi Minta Oknum Brimob Dipecat
Marijah Harahap (27), ibunda FF (5) bocah korban sodomi yang diduga dilakukan oleh oknum anggota brimob, Briptu NE
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Marijah Harahap (27), ibunda FF (5) bocah korban sodomi yang diduga dilakukan oleh oknum anggota brimob, Briptu NE dan seorang tukang bangunan meminta kepolisian memecat oknum Brimob tersebut.
"Oknum Brimob ya harus dipecat, sudah seharusnya. Sudah ada bukti. Ini perbuatan biadab, anak saya trauma berat," ungkap Marijah, Senin (20/5/2013) di Mapolda Metro Jaya.
Lebih lanjut, perempuan yang sehari-hari berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini juga ingin mengetahui motif sang oknum Brimob tega menyodomi anaknya.
Hal menggelitik itulah yang menguatkan perempuan berjilbab tersebut rela berjuang untuk mendapatkan keadilan bagi FF, anak pertama dari dua bersaudara itu.
"Saya mau tahu, dia berbuat begitu apa karna kelainan, penyakit. Atau apa ko biadab sama anak saya. Saya gak terima. Kata ibu oknum Brimob, anaknya itu dari dulu memang suka anak kecil, ya kalau gitu kan kelainan, penyakit," tutur Marijah.
Lebih lanjut ditempat terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto mengatakan untuk kasus tersebut sudah masuk tahap persidangan sebanyak enam kali sidang. Dan selama persidangan, semuanya berjalan lancar.
"Sidang berikutnya besok, Selasa (21/5/2013), agendanya pembacaan dakwahan dari penuntut umum," kata Rikwanto.
Rikwanto menambahkan untuk proses internal oleh Propam Polda Metro Jaya dan Mabes Polri pemeriksaan terhadap oknum Brimob sudah dilakukan.
"Buktinya sudah cukup untuk diajukan ke sidang disiplin etik. Tunggu putusan pengadilan pidana umum, apa yg diputuskan hakim di pengadilan pidana umum jadi ajuan untuk sidang internal," kata Rikwanto.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, FF (5) mengaku disodomi oknum Brimob, Briptu NE dan seorang mantan kuli bangunan, SA di rumah Briptu NE di Jakarta Timur. Kasus tersebut baru terkuak pada 19 Februari 2013.
Kasus ini bermula dari kecurigaan ibunda sang bocah saat hendak memandikan FF. Anak pertama dari dua bersaudara menolak karena takut. Dan saat sang ayah menemani FF buang air besar, FF sering mengeluh sakit.