Rabu, 10 Juni 2026

Korut diminta jamin pembebasan kapal Cina

Cina sudah meminta Korea Utara untuk menjamin pembebasan sebuah kapal ikan dan awaknya yang ditangkap awal bulan ini.

Tayang:
Korea Utara

Masih tidak jelas identitas dari penculik yang menyandera 16 nelayan Cina

Cina mengatakan sudah meminta Korea Utara untuk menjamin pembebasan sebuah kapal ikan dan awaknya yang ditangkap awal bulan ini.

Kantor berita Cina, Xinhua, mengatakan para diplomat di iukota Korea Utara, Pyongyang, sudah diminta bantuannya pada pada tanggal 10 Mei dan sedang berupaya.

"Setelah menerima telepon, Kedutaan Besar Cina mengirimkan perwakilan kepada Kementrian Luar Negeri DPRK (Korea Utara), meminta DPRK membebaskan kapal dan nelayannya secepat mungkin," tutur seorang diplomat Cina di Pyongyang, Jiang Yaxian, seperti dikutip Xinhua.

Pemilik kapal ikan itu, Yu Xuejun, berpendapat kapalnya sedang berada di perairan Cina ketika ditangkap bersama 16 awaknya pada tanggal 5 Mei 2013.

Yu mengaku sudah menerima delapan telepon dari para penculiknya yang meminta uang tebusa sebesar US$100.000 atau sekitar Rp1 miliar.

Berita penculikan kapal itu pertama kali dia ungkapan di blognya dan juga situs jejaring sosial Cina, Tencent Weibo.

Laporan-laporan menyebutkan pesan Yu kemudian disebarkan oleh para pengguna internet lainnya sampai 12.000 kali sehingga menjadi perhatian pihak berwenang Cina.

Ketegangan meningkat

Belakangan ini, terjadi beberapa insiden di Laut Kuning, yang merupakan wilayah perikanan yang subur yang terletar antara Cina dan Semenanjung Korea.

Bulan Mei 2012, sebanyak 29 nelayan Cina serta tiga kapal ditangkap oleh pihak Korea Utara yang tidak jelas identitasnya.

Dua pekan kemudian mereka dibebaskan dan tidak bisa dipastikan apakah karena pembayaran uang tebusan. Identitas pihak penculik juga tidak jelas, apakah merupakan pihak berwenang atau kelompok penjahat.

Cina merupakan sekutu utama Korea Utara namun hubungan keduanya menegang setelah uji coba nuklir Korut yang ketiga pada 12 Februari tahun ini.

Setelah uji coba tersebut, pemerintah Beijing mendukung perluasan sanksi atas Cina dan bank-bank mereka menghentikan transaksi dengan bank utama Korea Utara yang menanangani penukaran mata uang.

Sumber: BBC Indonesia
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved