Selasa, 9 Juni 2026

Polisi Ancam Tembak di Tempat Bagi Geng Motor yang Langgar Aturan

Dani meminta anggota klub-klub motor menjadi teladan dengan berlalu lintas dan tidak membawa senjata tajam saat berkendara

Tayang:

TRIBUNNEWS.COM – "GENG motor no, klub motor yes! Bikers, yes, yes!" Yel-yel itu lantang dan kompak disuarakan anggota-anggota klub motor dan mobil di Pelabuhan Kota Cirebon, Minggu (19/5/2013) pagi. Yel-yel itu sekaligus menjadi intisari janji 154 klub motor dan mobil saat mendeklarasikan "Antigeng Motor dan Antikekerasan".

Setelah mengucapkan janji "Antigeng Motor dan Antikekerasan", beberapa anggota klub motor dan mobil unjuk kebolehan. Disaksikan rekan-rekan mereka yang membentuk lingkaran, sejumlah pemuda beraksi menjinakkan motor tunggangan. Mereka tampil dengan gaya stoppie atau wheelie, mengangkat roda belakang atau roda depan motor. Tiga anggota klub mobil pun beratraksi dengan mobil mereka.

Mereka memamerkan kemahiran mengemudi berbelok dalam kecepatan tinggi. Aksi tersebut tanpa mencedarai diri sendiri dan orang lain. Mereka pun menampilkan cara berkendara yang aman. Atraksi singkat itu sebagai pesan bahwa klub motor dan klub mobil memiliki tujuan positif.

"Klub-klub motor dan mobil mesti mengembalikan visi dan misi awal mereka, yakni ajang kreativitas," ujar Kepala Kepolisian Resor Kota Cirebon, AKBP Dani Kustoni.

Menurut Dani, deklarasi "Antigeng Motor dan Antikekerasan" diikuti 154 klub motor dan mobil. Dani mengatakan akhir-akhir ini grup-grup motor dicemari pelaku kriminal mereka bergabung dalam geng motor. "Geng motor dibubarkan pada 2010. Namun muncul lagi di Riau dan Makassar. Deklarasi ini demi mengantisipasi terjadinya hal serupa di Kota Cirebon," katanya.

Dani meminta anggota klub-klub motor menjadi teladan dengan berlalu lintas dan tidak membawa senjata tajam saat berkendara. Jika kedua hal itu dilanggar, kata Dani, polisi akan tegas melakukan penindakan. "Kalau ada yang melanggar aturan dan melawan polisi saat ditangkap, akan ditembak di tempat," ujar Dani.

Selain melalui razia, Polresta Cirebon juga menyosialisasikan keberadaan klub-klub motor ke sekolah-sekolah. "Bagaimana pun, peran guru dan orang tua sangat penting," ujarnya.

Seorang anggota Kawazaki Ninja Club (KNC) Cirebon, Teguh (30), mengaku antusias menghadiri deklarasi "Antigeng Motor dan Antikekerasan" yang digelar di Pelabuhan Kota Cirebon.

Selain mempererat hubungan dengan sesama angggota satu klub motor, kata Teguh, deklarasi itu menjadi ajang untuk saling mengenal dengan anggota klub motor lain.

Anggota GL Owner Cirebon Club (GLOWRIC), Muhammad Iqbal (18), mengatakan hal yang sama. Bagi Iqbal, klub motor adalah tempat saling berbagi pengetahuan mengenai mesin dan variasi motor. Alasan itu pula yang membuatnya bergabung dengan sekitar 50-an anggota GLOWRIC.

"Saya bergabung dengan klub motor untuk menyalurkan hobi," kata pemuda tamatan SMK Islamic Center, Kota Cirebon itu. Kreativitas pemuda anggota klub motor, tampak dari helm yang ia kenakan pada acara deklarasi Minguu siang kemarin. Iqbal misalnya mengenakan helm yang seperti ditumbuhi tentakel dengan memasang beberapa selang aquarium pada helmnya.

Iqbal mengatakan setiap Sabtu malam, dia bersama rekan-rekannya biasa berkumpul di lapangan Bima atau Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon. Iqbal tak membantah tentang geng motor "lahir" di klub motor. "Aksi mereka biasanya tanpa sepengetahuan klubnya atau klub motor lain," ujarnya. (Tribun Jabar/tom)

Sumber: Tribun Jabar
Tags
geng motor
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved