Selasa, 9 Juni 2026

Siswi SMK Babak Belur Dihajar Rekannya

Hingga kini, wajah dan mata siswi salah satu SMK swasta di Ponorogo ini mengalami bengkak dan memar.

Tayang:
Editor: Budi Prasetyo

   
TRIBUNNEWS.COM , PONOROGO-Salah seorang siswi salah satu SMK di Kabupaten Ponorogo, Novitasari (17) warga Dusun Krajan, Desa Binade, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo terpaksa dilarikan ke RSU Siti Aisyiyah Jl Dr Soetomo, Kabupaten Ponorogo, Minggu (19/5/2013) pukul 23.00 WIB mengalami babak belur dan tergolek lemah usai dihajar beberapa rekannya di kawasan bangunan SMP Negeri yang ada di kampung itu.

Hingga kini, wajah dan mata siswi salah satu SMK swasta di Ponorogo ini mengalami bengkak dan memar. Bahkan kini, sudah menjalar ke bagian mata korban. Disamping itu, kaki korban masih lebam termasuk perut korban masih terasa nyeri usai jadi bulan-bulan rekan-rekan sepermainannya sendiri.

Awalya, korban yang hendak pulang dari latihan bela diri bersama temannya, Efendi (18). Sesampainya di sekitar Balai Desa Binade, korban diikuti beberapa orang temannya dan langsung menghadang korban. Seketika itu, para pelaku langsung mengarak korban dan rekannya ke salah satu bangunan SMP yang kondisinya gelap gulita.

Di tempat itu, para pelaku memaksa korban untuk sabung (bertarung) dengan pelaku perempuan yang tak lain adalah DV. Karena kalah dan tak berdaya serta tidak banyak memberikan perlawanan,korban hanya bisa pasrah melayani permintaan para pelaku. Seketika itu, korban menjadi korban sansak tangan dan kaki teman-teman bermainnya.

Selain DV pelaku lainnya adalah DN juga menghajar korban hingga babak belur dan tergolek lemah. Sedangkan teman korban, Efendi tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa melihat korban dihajar para pelaku. Alasannya, saat itu Efendi diminta diam. Karena tak terima dengan ulah rekan-rekannya itu, korban didampinggi keluarganya langsung melaporkan kasus penganiayaan tersebut ke Polres Ponorogo.

"Awalnya diminta melawan DV, kemudian saya dipaksa untuk  melawan tiga orang sekaligus. Saya enggan melawan. Awalnya, DV memukul wajah saya dan dua temannya menendang bagian perut, kaki dan memukuli wajah saya. Pokoknya saya dihajar bergantian," terang Novi dengan wajah memar dan perut masih mual-mual kepada Surya, Senin (20/5/2013).

Hingga kemarin, kondisi korban masih lemah dan harus menjalani perawatan intensif di RSU Aisyiyah Jl Dr Soetomo, Ponorogo. Kedua matanya sulit dibuka karena luka lebam dan nyeri akibat pukulan para pelaku. Selain itu, korban merasakan dada dan bagian perutnya sakit nyeri. Kini korban hanya terbaring dan tergolek lemah di ruang perawatan Multazam RSI Siti Aisyiyah.

"Sampai sekarang masih pusing, nyeri, mual dan mata saya sakit. Semalam saya tak memberikan perlawanan sama sekali, tetapi tetap dihajar bergantian dari wajah, perut hingga kaki," ungkapnya.

Selain itu, Novi mengaku selama ini tidak memiliki masalah serius dengan para pelaku. Bahkan korban tidak mengira para pelaku yang masih teman bermainnya itu bakal berbuat jahat kepadanya. Oleh karenanya, korban tidak tahu menahu mengenai motif perbuatan para pelaku tersebut.

"Saya tidak tahu masalahnya apa mereka sampai menghajar saya seperti itu," ungkapnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Ppnorogo, AKP Misrun menegaskan pihaknya sudah mendapat laporan dari teman korban soal kasus penganiayaan itu. Bahkan, anggota dan dirinya sudah menjenguk korban di rumah sakit sekaligus meminta keterangan korban sedikit demi sedikit. Namun, pihaknya masih mempelajari perkara tersebut.

"Biar kami pelajari dulu. Sebab korban belum banyak memberikan keterangan. Tetapi, jika memang ada unsur tindak pidananya kami akan proses kasus itu," pungkasnya.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved