Senin, 15 Juni 2026

BEM se-Indonesia Minta KPK Teruskan Usut Kasus Century

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa seluruh Indonesia menggelar

Tayang:
Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa seluruh Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (21/5/2013).

Pandemo mendesak agar lembaga yang dipimpin Abraham Samad Cs itu segera menuntaskan kasus skandal bailout Bank Century. Mereka juga mendesak KPK meminta memanggil Wakil Presiden Boediono yang diduga sangat tahu latar belakang kasus tersebut.

"Kami BEM seluruh Indonesia menuntut KPK mengusut penyelesaian secara total kasus skandal Century. Kami meminta KPK segera memeriksa Wakil Presiden Boediono," kata Juru Bicara Sksi BEM se-Indonesia, Rizky Kurniawan dalam orasinya.

Menurut Rizky, ada tiga indikasi penyimpangan skandal Bank Century. Penyimpangan pertama, Bank Century telah berulang kali melakukan pelanggaran batas maksimum pemberian kredit.

Penyimpangan kedua, pemegang saham, pengurus Bank Century menyebabkan kerugian dengan memberi kredit dan fasilitas surat kredit yang melanggar ketentuan.

"Dan yang ketiga, wewenang terkait dengan kebijakan pengucuran fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) melanggar peraturan Bank Indonesia," kata Mahasiswa tingkat akhir di Universitas Brawijaya itu.

BEM Seluruh Indonesia mulai menggelar demonstrasi, pukul 13.00 WIB. Jalur lambat di depan kantor KPK pun diblok, sehingga pengendara sepeda motor yang melintas dialihkan ke jalur cepat.

Mahasiswa-mahasiswa yang mengklaim berasal, dari Universitas Brawijaya Malang, Universitas Negeri Jakarta, BSI Jakarta, dan Universitas Jenderal Soedirman itu membawa pocong dan nisan bertuliskan, "telah Meninggal Nurani, Abraham Samad, wafat: 21-05-2013."

Rizky memberi tenggat kepada KPK agar bisa menutaskan kasus Century hingga Senin, 30 September 2013. "Apabila kasus ini tidak terselesaikan, kami menagih janji Ketua KPK yang menyatakan siap mundur dengan sukarela," kata Rizky.

Dalam aksi itu, BEM-SI ini juga menuntut KPK turut menuntaskan kasus korupsi pembangunan sport center Hambalang, Jawa Barat.

"Masyarakat sudah lelah menunggu KPK menuntaskan kasus ini sedangkan fakta dan bukti sudah tersedia banyak dan dapat dilihat dengan jelas," kata Rizky.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved