Selasa, 9 Juni 2026

Setahun, Rata-rata Uang Hilang Sebesar Rp 203.973

Ingin tahu berapa rata rata uang yang hilang di Indonesia?

Tayang:
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Sanusi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ingin tahu berapa rata rata uang yang hilang di Indonesia? Kajian Visa Payment Attitudes menunjukkan bahwa Indonesia memiliki posisi terendah dalam tingkat kehilangan uangnya.

Indonesia berada pada tingkat kehilangan terendah yaitu hanya sebesar 21 dollar ASatau Rp 203.973 per tahun. Jumlah tersebut jauh di bawah rata-rata tingkat kehilangan uang tunai di negara-negara lain yang mencapai 365 dollar AS atau Rp 3.545.245.

Jumlah ini setara dengan harga 6,5 gram emas yang bisa membantu kehidupan sebuah keluarga di Bangladesh yang terdiri dari empat orang selama satu tahun.

Orang Indonesia juga paling cermat dalam mengelola mata uang asing yang tidak terpakai setelah pergi berlibur atau perjalanan bisnis.

Survey juga menunjukkan gaya hidup yang sibuk membuat seseorang kadang tidak menyadari akan hal-hal kecil di sekitar mereka, seperti misalnya uang receh atau uang kembalian.

Rata-rata masyarakat meninggalkan sebesar 80 dollar AS (Rp 777.040) uang receh yang tidak terpakai di mobil, rumah, dan kantor.

Dari hasil survey di beberapa negara, masyarakat Jepang memiliki angka paling mengejutkan dengan 337 dollar AS (Rp 3.273.281) uang receh yang terlupakan. Masyarakat Indonesia adalah yang paling hemat dengan jumlah uang receh yang tidak digunakan hanya sebesar 21 dollar AS (Rp 203.973).

Kembali dari liburan dengan kantong yang penuh dengan mata uang asing juga merupakan hal yang umum terjadi. Menurut penelitian ini, masyarakat rata-rata membawa 285 dollar AS (Rp 2.768.205) dalam mata uang asing ketika kembali dari perjalanan.

Masyarakat Singapura umumnya membawa sebanyak 625 dollar AS (Rp 6.070.625) di saku mereka ketika kembali dari perjalanan bisnis atau liburan. Di sisi lain, Indonesia, Korea Selatan dan Taiwan, adalah yang paling cermat dalam menggunakan uang mereka dengan membawa kembali hanya sebesar 1 dollar AS (Rp 9.713) dalam mata uang asing.

Sementara sebagian besar responden akan mempertahankan uang yang tersisa untuk penggunaan di masa depan, dan sekitar 1 dari 5 akan memberikan sisa uang pada orang lain atau melupakan begitu saja.

“Jadi hal yang positif melihat konsumen Indonesia memiliki tingkat kehilangan uang tunai terendah dibandingkan negara-negara lain,” ujar Ellyana Fuad, Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia, Selasa (21/5/2013).

Dia mengatakan, seiring dengan mulai diadopsinya pembayaran elektronik oleh konsumen Indonesia, berdasarkan data dari Bank Indonesia kami juga melihat pertumbuhan yang kuat pada volume transaksi baik kartu debit yaitu sebesar 24.83 persen dan kartu kredit sebesar 11.6 persen pada 2012.

Meskipun banyak transaksi, tapi konsumen di Indonesia masih bergantung pada uang tunai. Elly yakin pembayaran elektronik akan terus bertambah seiring dengan pertambahan tingkat penerimaan dan penerbitan kartu serta daya apresiasi konsumen terhadap manfaat keamanan, kenyamanan dan kendali keuangan yang ditawarkan oleh pembayaran elektronik dibandingkan uang tunai dan cek.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved