Rabu, 10 Juni 2026

26 Polisi dan Wartawan Keracunan Makanan

Sedikitnya 26 polisi yang terlibat pengamanan jalannya eksekusi 140 rumah di Komplek Srikandi RT 07/03, Kelurahan

Tayang:
Editor: Johnson Simanjuntak

Laporan Warta Kota, Budi Sam Law Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sedikitnya 26 polisi yang terlibat pengamanan jalannya eksekusi 140 rumah di Komplek Srikandi RT 07/03, Kelurahan Jatinegarakaum, Kecamatan Pulogadung mengalami keracunan makanan dari nasi kotak yang disediakan, Rabu (22/5/2013).

Mereka mengalami pusing dan muntah-muntah. Mereka kini dilarikan ke sejumlah rumah sakit dan puskesmas terdekat untuk mendapat pertolongan. Bukan hanya polisi, beberapa wartawan yang saat itu meliput peristiwa eksekusi lahan dan ikut menyantap nasi kotak yang disediakan polisi juga mengalami mual, pusing dan muntah-muntah.

Wartawan yang mengalami keracunan makanan itu diantaranya Jenda Munthe dari Sinar Harapan, Madina dari Kompas, Edward dari detik dan Shilma dari Komhukum.com.

Namun sejumlah wartawan tidak separah para polisi. Hanya Jenda Munthe dari Sinar Harapan yang saat ini dirawat di RS UKI Cawang, dan diinfus, karena menyantap dua nasi bungkus dari polisi, saat meliput eksekusi lahan di Jatinegarakaum itu.

Brigadir Dua Hino, salah satu polisi yang mengalami keracunan dan mendapat pertolongan pertama di Puskesmas Kecamatan Cakung, di Jalan Raya Bekasi Km 18, Jakarta Timur, mengatakan dirinya dan beberapa rekannya dari Detasemen D Brimob, mengalami pusing dan muntah-muntah setelah mengkonsumsi nasi kotak yang dibagikan.

"Tiba-tiba saja setelah makan nasi kotak yang di bagikan, saya mengalami pusing dan mual," kata Hino.

Menurut Hino, nasi kotak yang disantapnya adalah daging ayam, telur, sayur daun singkong, timun dan sambal. "Nasi kotak lain ada yang lauknya rendang dan telur. Mereka yang menyantapnya juga keracunan," kata Hino.

Inspektur Satu Zulkarnain, Wakil Komandan Kompi Brimob, saat ditemui di Puskesmas Kecamatan Cakung, menjelaskan ada 17 orang anggota kepolisian yang keracunan dan mendapat pertolongan pertama di Puskesmas Cakung.

"Di Puskesmas Cakung ada 17 anggota. Satu anggota dirawat di RS Persahabatan," kata Zulkarnain.

Ditemui di kantor Kecamatan Cakung, yang menjadi titik pengumpulan pasukan operasional, salah seorang Provos Polda, Brigadir Satu Imam, mengatakan bahwa hingga sore ini pihaknya telah mencatat sebanyak 26 orang anggota polisi yang harus mendapat perawatan akibat pusing dan mual setelah mengkonsumsi nasi kotak jatah makan siang.

"Mereka dirawat tersebar di Puskesmas Kecamatan Cakung, RS Pangeran Jayakarta dan RS Persahabatan. Setelah mendapat pertolongan pertama, seluruhnya nanti akan di bawa ke RS Polri," katanya.

Kepala Puskesmas Kecamatan Cakung, dr Rita, mengatakan bahwa dari keseluruhan anggota kepolisian yang mendapat pertolongan pertama di puskesmas, semuanya terindikasi keracunan yang disebabkan nasi kotak yang dibagikan.

"Karena dari keterangan para korban, mereka mengalami gejala serupa, setelah mengkonsumsi nasi kotak yang dibagikan," kata Rita.

"Kita belum tahu itu dari sayurnya atau lauknya. Karena kondisinya tidak kritis, setelah di berikan pertolongan pertama, seperti diberi obat norit dan infus mereka di rujuk ke RS Polri," papar Rita.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved