Gasing Raksasa Diputar saat Refleksi Tujuh Tahun Gempa
Gasing raksasa menjadi salah satu bentuk filosofi dalam memperingati refleksi tujuh tahun gempa Jateng-DIY
TRIBUNNEWS.COM KLATEN, – Gasing raksasa menjadi salah satu bentuk filosofi dalam memperingati refleksi tujuh tahun gempa Jateng-DIY di Monumen Lindhu Gede, yang berada di Desa Sengon, Kecamatan Prambanan, Rabu (22/5/2013). Filosofi kegotong-royongan diangkat dalam memainkan gasing uang memiliki tinggi sekitar 1,5 meter dan lebar 2 meter itu.
“Filosofi gasing ini sangat baik. Sebab dibutuhkan kerjasama. Semangat kerjasama itu penting untuk ditumbuhkan dalam memperingati tragedi gempa bumi sehingga masyarakat kembali mampu membangun dirinya ke depan,” tutur pendamping Sanggar Lima Benua, Hari Purnomo, di Klaten, Rabu (22/5/2013).
Sanggar Lima Benua melakukan pemutaran gasing raksasa tersebut dengan melibatkan beberapa orang anggota sanggar. Menurut Hari, meski gasing hanyalah merepresentasi satu permainan tradisional di Indonesia, namun terdapat pesan moral dibaliknya permainan tradisional itu.
“Di Indonesia banyak permainan anak (dolanan) anak. Berbagai jenis dolanan anak itu terdapat pesan moral sangat mulia. Sebab di dalamnya mengutamakan kerjasama, satu rasa, gotong-royong dan bangkit bersama. Bukan aspek individu seperti pada mainan anak-anak zaman modern,” tambahnya.
Selain sesi kegiatan pemutaran gasing raksasa tersebut, peringatan tujuh tahun terjadinya gempa di Klaten tersebut juga diramaikan dengan berbagai lomba, antara lain lomba fotografi, lomba melukis, dan permainan anak. Acara tersebut diselenggarakan oleh Pusat Informasi dan Pembelajaran Kebencanaan (Pijar) Lindhu Gedhe, bekerjasama dengan Pemkab Klaten.
“Tema kegiatan kali ini, Bencana, Lingkungan dan Kita. Tema ini sengaja diambil karena meski bencana dan lingkungan menjadi bagian dari wilayah Klaten. Namun, bukan untuk membikin masyarakat kembali bersedih dan berduka. Akan tetapi disikapi dengan semangat dan kewaspadaan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Sri Winoto.
Dalam pelaksanaan lomba lukis dan permainan tradisional tersebut melibatkan siswa SD se-Kabupaten Klaten. Dalam kegiatan tersebut, peserta diminta melukis di atas media mainan seperti egrang, gasing dan bakiak. “Media dolanan anak pada refleksi gempa sangat cocok sebab mampu menumbuhkan semangat dan motivasi untuk terus bangkit dari dampak gempa bumi 2006,” tambahnya. (oda