Selasa, 9 Juni 2026

Olah Buah Mangrove Jadi Sirup

Pohon mangrove yang selama ini dimanfaatkan sebagai kayu arang, ternyata memiliki potensi luar biasa.

Tayang:
Editor: Sanusi

TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Pohon mangrove yang selama ini dimanfaatkan sebagai kayu arang, ternyata memiliki potensi luar biasa.

Di Kabupaten Kepulauan Meranti, buah pohon mangrove dimanfaatkan sebagai bahan baku sirup. Sirup ini mengandung kadar natrium tinggi. Zat tersebut berguna mengembalikan kebugaran tubuh.

"Selama ini, masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti sudah membuat buah mangrove itu menjadi sirup. Namun masih diproduksi dengan cara sederhana dan dikonsumsi terbatas " ujar Jajang Suherlan, Direktur Utama PT Sumatera Riang Lestari (SRL), saat berkunjung ke kantor Tribun Pekanbaru, Rabu (22/5/2013).

Melihat potensi itu, kata Jajang, PT SRL bersama Dekranasda Kabupaten Kepulauan Meranti memberikan pembinaan kepada masyarakat untuk memproduksi sirup secara tertata. Mengemas dalam produk yang layak jual, serta memasarkan secara luas.

"Selain memberikan keuntungan ekonomis, mengolah buah mangrove menjadi sirup juga bagian dari kampanye pelestarian lingkungan. Masyarakat secara bertahap kita ajak untuk menghentikan penebangan pohon mangrove untuk dijadikan kayu arang," katanya.

Jajang yang didampingi Direktur Utama PT Sumatera Sylva Lestari (SSL) Syamsul Bahri, Community Development Head Deni Julius dan Public Relation Abdul Hadi juga menjelaskan, sirup dengan mereka mangrove lestari itu diluncurkan oleh Bupati Kepulauan Meranti Drs Irwan Nasir secara komersial di Selat Panjang, Selasa (21/5) lalu.

"Untuk tahap awal, sirup ini menjadi cinderamata bagi tamu-tamu pemerintah yang berkunjung ke Kabupaten Kepulauan Meranti. Kita berharap, satu saat nanti, sirup ini menjadi produk minuman yang menjadi ikon Riau," tambahnya.

Deni Julius, Community Development Head, menyebutkan PT SRL sendiri sudah melakukan upaya konservasi dan pengembangan potensi Mangrove di Kabupaten Kepulauan Meranti sejak 2010 silam. Bersama-sama dengan Persatuan Masyarakat Peduli Konservasi Hutan Mangrove (PMPKHM) bersama Himpunan Pertanian Terpadu (HPT), PT SRL telah melakukan penanaman bibit mangrove sebanyak 30.000 batang di Desa Repan dan Desa Bokor.

"Dengan berkembangnya pohon mangrove, kita harapkan sumber bahan baku sirup ini juga tersedia sebanyaknya-banyaknya," sebutnya.

Bila PT SRL mengembangkan sirup mangrove di Kabupaten Kepulauan Meranti, PT SSL membina masyarakat Desa Pasir Intan dan Pasir Jaya, Kabupaten Rokan Hulu beternak lebah. Pembinaan yang mulai dilakukan sejak Mei 2012 itu, saat ini sudah mampu memproduksi 20-50 liter madu per bulan.

"Madu yang diproduksi oleh petani madu tersebut selalu habis diserap oleh pasar," sebut Syamsul Bahri

Syamsul menyebutkan, saat ini pihaknya tengah berupaya meningkatkan kapasitas produksi petani madu di dua desa tersebut. "Sehingga, potensi ini betul-betul memberikan keuntungan ekonomis bagi masyarakat," pungkasnya. (nal)

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved